Kaos Bryant Tak Laku Lagi

Kaos Bryant Tak Laku Lagi

- Sport
Jumat, 07 Jan 2005 15:56 WIB
Jakarta - Sebulan yang lalu kaos Kobe Bryant bernomor punggung 8 di Los Angeles Lakers, masih menjadi salah satu yang terlaris. Namun kini penjualannya anjlok bahkan tidak termasuk 50 terlaris.Rata-rata penjualan kaos Bryant memang masih menempati peringkat 10 besar untuk tahun lalu. Namun penurunan drastis terjadi di bulan Desember lalu, ketika penjualannya menurun ke urutan 72. Satu minggu kemudian kondisinya semakin buruk, turun hingga urutan 90.Kemunduran ini tentu sangat mengejutkan. "Saya tidak pernah membayangkan penurunannya akan seperti ini," ujar Neil Schwartz, Direktur Pemasaran & Pengembangan Bisnis SportsScanInfo seperti dilansir Reuters, Kamis (6/1/2005). Organisasi yang bermarkas di Palm Beach, California ini merupakan lembaga yang mengawasi penjualan peralatan olahraga di seluruh negara.Agen Kobe, Rob Pelinka tidak berkenan memberikan komentar tentang masalah ini. Begitu juga dengan Nike yang merupakan sponsor utama Bryant. Pihak Nike hanya menegaskan bahwa hingga saat ini Bryant masih tetap terikat kontrak.Anjloknya penjualan kaos Bryant ini disebut-sebut karena sederet permasalahan yang dialaminya di luar lapangan. Yang paling dominan ialah kasus pemerkosaan yang dituduhkan padanya. Ditambah perseteruan dengan mantan rekan satu timnya, Shaquile O'Neal. Bahkan Bryant banyak disalahkan atas hengkangnya pelatih Phil Jackson dan O'Neal. Dan terakhir pemain berusia 28 tahun itu juga berseteru dengan rekan setimnya, Karl Malone yang dituduh menggoda istrinya.Seorang penggemar Lakers bernama Patrick Buan, sampai rela memberikan koleksi kaos Bryant ke tempat pelelangan untuk dijual. "Saya dulu merupakan penggemar beratnya. Tetapi saat ini saya tidak bisa menggunakan kaosnya lagi," ujarnya.Meski anjloknya penjualan kaos Bryant cukup mengejutkan, namun hal ini tampaknya tidak akan mempengaruhi pendapatan pribadinya. Bulan Juni tahun lalu Bryant termasuk dalam sepuluh besar selebrity yang dibayar paling mahal. Dari perhitungan yang dilakukan mulai Juni 2003 hingga Juni 2004, Bryant dilaporkan menerima bayaran sebesar US$26,1 juta (sekitar Rp 242 miliar lebih). (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads