Ajang basket Loop 3x3 Competition National Championship akan berlangsung pada 23-26 Oktober mendatang. Acara itu diprakarsai oleh PT DBL Indonesia.
Meski pernah cukup populer, olahraga basket 3x3 ini sudah lama tak tak terdengar. Sekretaris jenderal Perbasi, Agus Mauro, mengungkapkan alasan mengapa olahraga ini cukup lama vakum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar bagus lantas datang pada tahun 2011. Federasi bola basket dunia (FIBA) memutuskan untuk mempertandingan 3x3 secara resmi.
"Atas dasar itu juga kenapa kompetisi ini kembali bergulir," ucap Agus.
Tak sekadar hanya untuk menyelenggarakan kompetisi, baik Perbasi maupun FIBA menyimpan harapan agar kompetisi ini dipertandingkan di Olimpiade masa yang akan mendatang. Hal ini tak lepas dari besarnya minat para pelajar yang ikut dalam kompetisi Loop 3x3 Competition National Championship 2014.
"Ya mudah-mudahan dengan peserta yang banyak tim basket Indonesia bisa diikutsertakan dalam Olimpic nanti," harap Agus.
Hal yang sama diungkapkan βFIBA 3x3 Development Staff, Nicolas Widmer. "Target kami memang supaya basket 3x3 ini bisa dipertandingkan di Olimpiade 2020 di Tokyo. Dan, kami berharap Indonesia bisa turul ambil bagian," ungkapnya.
Misi ini pun disanggupi PT DBL Indonesia dengan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kompetisi Loop 3x3 Competition National Championship setiap tahun.
"Kami pihak DBL dalam menyelenggarakan kompetisi selalu berkomitmen untuk terus konsisten dalam menyelenggarakan suatu ajang. Tentu kami memiliki harapan agar kompetisi ini bisa digelar setiap tahun," tutur perwakilan PT DBL Indonesia, Yondang Tubangkit.
(mcy/cas)











































