Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia musim 2014/2015 segera dimulai. Bertempat di Hall Basket Senayan, seri pertama akan digelar selama lima hari dengan menampilkan 12 tim.
NBL musim ini memang cukup berbeda dari musim sebelumnya. Ada 10 seri yang akan digelar. Setelah Jakarta, berturut-turut kompetisi dihelat di Bandung, Malang, Surabaya, Batam, Solo, Semarang, Yogyakarta, kembali ke Bandung, lalu penutup di Surabaya.
βMusim ini kami memang ekspansi. Jika sebelumnya hanya 5 sampai 6 seri, musim ini mencapai 10 seri. Artinya kami bakal lebih banyak mengunjungi kota yang (mungkin) belum pernah dikunjungi sebelumnya,β kata Commissioner NBL dan WNBL Indonesia, sekaligus Direktur PT DBL Indonesia, Azrul Ananda, dalam jumpa pers yang digelar di Pisa Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPeningkatan penonton beberapa tahun ini memang lumayan. Dari musim 2012-2013 ke musim 2013-2014 itu naik 30 persen. Dan, ini belum pernah terjadi dalam sejarah basket profesional Indonesia," paparnya.
βSaya pernah hitung waktu pertama kali, ketika mengambil alih liga ini tahun 2010 itu hanya ditonton 35 ribu orang. Sekarang penonton basket sudah hampir dua ratus ribu mungkin, bahkan lebih. Ini 'kan luar biasa sekali."
Tak hanya itu, dari sisi persaingan tim juga terlihat sekali perkembangannya.
βTahun lalu luar biasa seru, sekitar 40 persen pertandingan ditentukan di bawah 10 poin. Jadi bisa dibilang tidak hanya berebut juara, tapi play off juga. Bahkan saat pre-season juga sangat seru. Peningkatan scoring-nya sampai 17 persen. Ini sangat signifikan dan bukan sesuatu yang bisa dinaikkan begitu saja. Tentu ada peningkatan kemampuan, kualitas, efisiensi permainan, dan kami sangat bangga atas hal ini. Berarti tim-tim ini sangat luar biasa mengembangkan pemainnya dan permainannya untuk meraih yang terbaik,β terang Azrul.
Ia pun mengharapkan dengan adanya ekspansi ke banyak kota otomatis mendekatkan liga basket Indonesia dengan para fans basket. Pihaknya ingin memberi kesempatan kepada kota-kota lain untuk juga menghadirkan NBL kepada warganya.
"Memang biasanya basis atau pendukung terbesar ada di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tapi kalau dilihat popularitasnya, seperti Bali misalnya, dulu 'kan sempat tidak kita kunjungi karena penontonnya kok seperti kurang bergairah. Tapi saat pre-season justru penontonnya hampir tiga kali lipat.
"Jadi sebenarnya popularitas ini meningkat. Kita saja yang ragu-ragu, atau mungkin belum percaya. Ya, mudah-mudahan tahun ini bisa. Kalau 30 persen naik lagi musim ini, basket Indonesia sudah bisa take off, gak bisa landing lagi,β harapnya.
Jadwal NBL Indonesia 2014/2015
Seri I: Jakarta (3-7 Desember 2014)
Seri II: Bandung (10-14 Desember 2014)
Seri III: Malang (14-18 Januari 2015)
Seri IV: Surabaya (21-25 Januari 2015)
Seri V: Batam (4-8 Februari 2015)
Seri VI: Solo (25 Februari - 1 Maret 2015)
Seri VII: Semarang (4-8 Maret 2015)
Seri VIII: Yogyakarta (11-15 Maret 2015)
Seri IX: Bandung (25-29 Maret 2015
Seri X: Surabaya (8-12 April 2015)
Championship Series: Jakarta (2-10 Mei 2015)
(mcy/a2s)











































