Pada final yang digelar di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2015), SMA 116 Jakarta mengalahkan SMA IPH Surabaya dengan skor tipis 74-72.
Sepanjang babak regional yang digelar di kota Jakarta, SMAN 116 memang tampil ciamik sejak babak penyisihan. Menghadapi tim-tim dari Jakarta, tim yang diisi Ferdinand Baringin, Kartiko Fajar, Ramadhan Dandy Fariz, Ricky Mahendra, Novatama Diogi, Ferdiansyah Muhammad, Zulris A Dion, Janos Marcelo, Ravi Muhammad Basith, Adiputra Yauma Sera, Andika S Ryan, dan Dzikru TB Mohamad ini berhasil mengantongi tiga kali kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Kepala SMAN 116 Jakarta, Irma Amelia, mengatakan, kemenangan ini tak lain karena semangat tim ini yang sangat luar biasa.
"Semangat anak-anak saat bertanding sangat luar biasa. Meski sempat tertinggal di kuarter satu dan dua, tapi anak-anak coba fokus. Terbukti mereka berhasil kembali di kuarter tiga, dan kami tim pelatih juga terus evaluasi," kata Irma, usai pertandingan.
"Anak-anak memang tadi cukup beban main karena ini baru pertama kali bertanding. Tapi efeknya jadi bagus supaya mereka lebih tanggung jawab dan termotivasi. Dan, sekarang akhirnya mereka berhasil jadi juara dan pergi ke Amerika. Ini keinginan kami. Terima kasih buat Pop Mie, mudah-mudahan tahun depan kami bisa ikut dan jadi juara lagi," tambahnya kemudian.
Senada, Ferdinand Baringin, salah satu pemain SMA 116 Jakarta, mengatakan titik balik ia dan timnya balik unggul ada di kuarter tiga. Mereka bisa menyamakan angka 44-44 atas tim lawan.
"Kuarter pertama dan kedua kami merasa tegang. Mungkin karena bertanding di depan publik sendiri, orangtua juga datang, jadi agak tegang mainnya. Di kuarter tiga kami mulai bangkit," kata Ferdinand.
"Seneng banget akhirnya berhasil ke Amerika serikat. Kerja keras kami, latihan kemarin hingga sekarang βakhirnya terbayar," kata pengidola LeBron James ini.
"Nanti di Amerika saya pengen nonton NBA, kalau bisa minta tanda tangan pemain-pemain bintang di sana," ujarnya seraya tertawa.
Ravi Muhammad Basith, mengungkapkan hal senada. Selain bahagia karena disamping timnya juara, ia juga didapuk sebagai Most Valuable player (MVP) Pop Mie InstaHits Basketball tahun ini.
"βAlhamdullilah senang, apalagi tim kami baru pertama kali ikut kompetisi ini. Dan, sempat nggak nyangka juga karena tim lawan bagus. Tapi untungnya kami kompak, makanya bisa menang," ungkapnya.
Di kbu SMA IPH Surabaya, seorang pemainnya, Tjandra Felix, mengaku kekecewaa karena tak bisa mewujudkan mimpi terbang ke Amerika.
"Kecewa pasti. Soalnya tinggal selangkah lagi tapi justru kami kalah. Kami mainnya kurang konsisten apalagi di kuarter empat itu ketinggalan," sesal Felix.
"Ya, kekalahan ini menjadi motivasi kami untuk bisa lebih baik ke depannya," tambahnya.
(mcy/a2s)











































