Musim reguler NBL menginjak seri VIII di Yogyakarta. Pertandingan akan berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selama lima hari beruntun, mulai Rabu (11/3/2015) sampai Minggu (15/3) mendatang.
Sejumlah partai sengit bakal digelar di seri ini. Tiga tim teratas klasemen yakni Pelita Jaya Energi MP, Aspac, dan SM akan saling berhadapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelita Jaya yang sementara memimpin klasemen ditunggu dua partai berat di dua hari terakhir. Setelah menghadapi Aspac pada Sabtu (14/3), hari berikutnya mereka akan ditantang SM. Yondang Tubangkit, Senior Manager Communications DBL Indonesia, selaku operator kompetisi melabeli seri ini sebagai seri yang bernuansa Championship Series.
"Seri ini beraroma Championship Series, kenapa? Secara pertandingan, ada bigmatch setiap harinya," katanya dalam jumpa pers di Tickles Cafe, Yogyakarta, Selasa (10/3) sore WIB.
Selain itu, dengan dua seri tersisa, di Yogyakarta ini persaingan memburu tiket ke Championship Series semakin memanas. Selain empat tim teratas yang hampir dipastikan melaju yakni Pelita Jaya, Aspac, SM, dan CLS Knights, tim-tim tersisa bakal memperebutkan tiket tersisa.
Setidaknya lima tim yang akan dalam jalur perburuan kelolosan. Mereka adalah JNE BSC Bandung Utama, Hangtuah Sumsel IM, Stadium Jakarta, Garuda Kukar Bandung, dan Satya Wacana ACA LBC Salatiga.
"Ada 12 tim di NBL. Di klasemen sementara, empat tim teratas saling berebut posisi teratas dan belum jelas siapa yang akan jadi juara musim reguler sampai nanti seri X di Surabaya," sambung Yondang.
"Di posisi-posisi berikutnya, tiket Championship series ada delapan tim yang akan lolos. Dengan empat tim yang sudah berebut juara, empat tiket berikutnya akan diperebutkan oleh lima tim berikutnya. Ini yang kami harapkan bisa dinikmati oleh para penonton di Yogyakarta," demikian dia.
(raw/nds)











































