NBL Selesai, Perbasi Cari Operator Baru Kompetisi Bola Basket

- Sport
Senin, 11 Mei 2015 18:02 WIB
Jakarta -

Tak hanya di cabang sepakbola, bola basket juga sedang membutuhkan pengelola baru. Setelah DBL, siapa yang akan menjalankan kompetisi bola basket nasional?

NBL 2014/2015 telah selesai hari Minggu kemarin, dengan Satria Muda Britama tampil sebagai juara. Berakhir pula NBL yang dalam lima musim dikelola oleh PT Deteksi Basket Lintas (DBL).

DBL telah memutuskan tidak ingin memperpanjang kontraknya dengan Perbasi. Usai final kemarin, Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda, secara tidak langsung mengucapkan perpisahan.

"Kami dimintai tolong untuk menyelamatkan liga ini dari kehancuran. Kami sempat menolak sampai dua kali. Namun, kami akhirnya menuntaskan, menyelesaikan dalam lima tahun ini, dari apa yang diminta dari kami," kata Azrul dalam situs resmi NBL Indonesia.

"Ya, kami terima kasih kepada klub-klub, kepada Bu Noviantika Nasution, ketua PP Perbasi saat itu, yang memercayai kami dulu. Bahwa jika ini menjadi sesuatu yang luar biasa, ini bukan hanya karena kami, tetapi semua. Klub, partner, fans, pemain, semuanya," tambahnya.

Keputusan DBL untuk tidak lagi memutar NBL Indonesia memunculkan pertanyaan: bagaimana masa depan kompetisi bola basket profesional di tanah air? Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih menjamin akan akan yang menggantikannya.

"Saya sudah berbicara agar kompetisi bisa dipertahankan, tapi ternyata mereka tidak mau. Ya bagaimana. Masalahnya apa, saya tidak tahu," kata Danny kepada detikSport, melalui sambungan telepon, Senin (11/5).

"Saya sudah berkomunikasi. Ini bukan masalah tidak ada titik temu, tapi saya sudah berbicara agar mereka (PT DBL) mau melanjutkan. Tapi mereka tidak mau karena ada masalah di interen mereka. Ya saya tidak bisa memaksa orang. Masa harus dipaksa. Maka kami harus cari penggantinya, siapa yang mau untuk melanjutkan."

Danny menambahkan, ia sudah mencoba berkomunikasi dan menawarkan dengan beberapa pihak yang besar kemungkinan mau melanjutkan kompetisi. Dan ia mengklaim banyak yang berminat.

"Saya sharing dengan teman-teman siapa yang mau. Tanggapannya positif, dan akan dibuat tender. Siapa yang tertarik akan kami ambil dan kita harus tahu keadaan beberapa klub, selama ini NBL apa yang bagus, dan mana yang harus diperbaiki untuk NBL mendatang," urainya.

"Calon sudah ada beberapa yang mau mendaftar tender. Tapi rencana tender belum pasti waktunya. Sebaiknya memang menunggu setelah SEA Games agar lebih fokus. Nanti setelah itu baru dibuka (tender)," ungkapnya.

Namun, lanjut dia, sebelum itu PB Perbasi akan bertemu dulu dengan klub-klub basket.

"Nanti setelah SEA Games di Singapura baru sharing lagi dengan teman-teman apa yang diinginkan. Misalnya, saya minta mereka apa yang harus diteruskan dari Mas Azrul Ananda dan apa yang harus dikurangi, dan apa yang harus ditambah. Karena selama lima tahun ini ada yang bagus sekali, ada yang kurang bagus. Tapi ini semua demi masa yang lebih baik untuk mendatang," ungkapnya.

Pernyataan ini juga sebagai jaminan kepada para pemain untuk tetap berlaga di NBL.
"Pasti, saya selalu bilang ke pemain bahwa kompetisi ini harus diteruskan. Saya tidak mau bicara keluar, saya sampaikan pasti ada. Jangan karena Mas Azrul tidak ada, lalu kompetisi bubar. Kita pasti punya banyak orang yang lebih mau. Mungkin kita harus belajar dari Mas Azrul itu iya, karena dia bagus sekali," katanya.

"PB Perbasi menjamin 10% kompetisi bakal terus bergulir. Tugas saya adalah menjalankan kompetisi. Kalau tidak, bisa dicopot saya jadi ketua Perbasi."

Sebelumnya, masalah kompetisi juga sedang jadi polemik di cabang sepakbola, menyusul pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. PT Liga Indonesia, yang selama ini menjadi operator kompetisi, menolak melanjutkan liga karena mengikuti instruksi PSSI. Kemenpora rencananya akan mencari operator baru yang rencananya akan diurus oleh Tim Transisi.

(mcy/a2s)