Fenomenalnya Tim Basket Putri di Singapura

#dNewGeneration

Fenomenalnya Tim Basket Putri di Singapura

Femi Diah - Sport
Selasa, 16 Jun 2015 16:18 WIB
Fenomenalnya Tim Basket Putri di Singapura
ROSLAN RAHMAN/AFP/Getty Images
Jakarta - Tim nasional basket putri Indonesia meraih hasil yang luar biasa di SEA Games 2015 Singapura. Dengan rataan usia pemain 23,5 tahun, Hanum Fasya dkk. sukses mengulang prestasi tertinggi yang pernah dicapai: perak.

Penantian untuk mengulang sukses zaman Julisa Rastafari dkk. di Manila, Filipina sudah cukup lama. Terhitung tim putri butuh waktu 24 untuk meraih minimal perak lagi.

Hasil manis itu terulang di Singapura Senin (15/6/2015). Kepastian medali perak itu didapatkan setelah Malaysia menang atas Vietnam dalam laga pemungkas basket putri. Sama-sama meraih empat kemenangan dan satu kali kalah, Malaysia unggul head to head atas Indonesia sehingga berhak meraih emas.

Julisa sampai gemas prestasi dia dan teman-teman satu tim di SEA games 1991 tak bisa lagi disamai hingga SEA Games 2013. Penantian itu akhirnya terjawab awal pekan ini. "Alhamdulillah, aku gembira sekali dengan hasil itu. Aku sudah bisa hidup tenang he..he..he," kata Lisa.

"Aku sudah bisa hormat kepada pemain-pemain putri ini. Mereka sama hebatnya sekarang dengan tim aku dulu. Semoga ini menjadi awal yang baik buat tim putri ke depannya," imbuh Lisa yang masih setia di dunia basket sebagai pelatih tim akademi Indonesia Muda itu.

Kegembiraan luar biasa juga dirasakan Hanum. Pemain dari Merah Putih Predators itu menyebut mengusung modal semangat sebagai motivasi terbesar.



"Medali ini menjadi pembuktian dari kami untuk orang-orang yang menganggap remeh kami. Selain itu, semoga medali ini bisa membuat basket putri Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata," tutur pemain yang berposisi sebagai shooting guard tersebut.

Ya, tim basket putri memang sempat diragukan bisa tampil kompetitif di SEA Games Singapura. Persiapan tim jauh dari ideal. Lapangan latihan, tempat menginap, sampai urusan katering buat para atlet bukan sekali dua kali bermasalah. Manajer tim bahkan sampai tombok untuk memenuhi kebutuhan itu.

Situasi makin pelik saat pelatih tim, Amran, memutuskan mundur dua bulan menjelang SEA Games. Perbasi akhirnya menetapkan Bambang 'Mbing' Asidianto Pribadi sebagai penggantinya.

"Jelas kaget dengan situasi itu. kami sendiri, sesama pemain, yang berusaha untuk bisa menjaga ketegaran," jelas Hanum.

Beruntung tim putri basket diisi oleh para pemain yang usianya tak beda jauh satu sama lain. Maka, candaan dan acara hangout bersama bisa dilakukan dengan asyik. Agustin Elya Gradita yang paling muda masih berusia 19 tahun. Hanya ada dua pemain berusia di atas 30 tahun, Marlina Hermawan, 32, dan Ayu Wulan Ningrum, 30.

"Selama pelatnas kami menginap di satu hotel di daerah Petamburan, Jakarta. Nah, kalau lagi mau senang-senang paling ngumpul di satu kamar," beber dia.

Semoga semangat dan kegembiraan itu berlanjut di SEA Games berikutnya, ya!

(fem/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads