Bintang NBA Ini Sambangi Jakarta dan Latih Anak-Anak Yatim Piatu

Bintang NBA Ini Sambangi Jakarta dan Latih Anak-Anak Yatim Piatu

Mercy Raya - Sport
Kamis, 27 Agu 2015 14:13 WIB
Bintang NBA Ini Sambangi Jakarta dan Latih Anak-Anak Yatim Piatu
Jakarta -

Marreese Speights, pemain klub juara NBA musim lalu Golden State Warriors, menyambangi Indonesia dan menjadi bintang tamu untuk program Training Camp Jr. NBA Indonesia 2015. Ia pun memberi pelatihan singkat kepada anak-anak.

Bertempat di Gedung Sarana Jaya, Jln. Budi Kemuliaan I, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2015) pagi, Speights menggelar coaching clinic bersama anak-anak dari Pondok Yatim dan Dhuafa serta panti asuhan Desa Putra. Acara ini digagas oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Dimulai pukul 10.30 WIB, anak-anak yatim piatu yang terdiri dari 29 putri dan 26 putra ini, sudah sedari pagi menunggu untuk bisa bertemu Marreese. Walau matahari terus meninggi dan terik mulai menyengat, tapi mereka tetap antusias menanti kehadiran sang bintang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbukti, ketika Marreese tiba di lapangan bersama ofisial dari NBA Asia, anak-anak menyambutnya dengan semringah. Acara semakin seru ketika acara dipandu oleh Manager Basketball Operations, Christopher Sumner. Dengan ramah ia mengarahkan anak-anak untuk melakukan pemanasan lebih dulu, sebelum akhirnya melakukan sebuah game, yang terdiri dari dribble, oper, hingga menembak.

NBA Asia sendiri mengemas acara dengan cukup menarik karena Chris dan Speights memberikan ilmunya dengan pembawaan yang mengasyikkan. Anak-anak pun mudah beradaptasi karena Sumner kerap mengajak dan bersenda gurau dengan para peserta coaching clinic.

Salah satunya ketika ada satu peserta yang keterusan men-dribble bola, padahal waktunya sudah habis. "Biarkan dia menyelesaikan permainannya," ucap Sumner seraya tertawa.

Atau, pada saat ada anak yang tidak bisa memasukkan bola ke keranjang basket. "Ayo... ayo... beri teman kalian semangat agar bisa menembak," ajak Sumner.



Usai acara, Speights mengungkapkan perasaanya bisa memberikan pelatihan kepada anak-anak tersebut. "Ini adalah pengalaman yang menarik bagi saya bisa mengunjungi dan melatih anak-anak di sini," kata Speights.

"Dengan basket orang bisa mendapatkan dampak yang positif bagi dirinya sendiri, salah satunya menghilangkan stres dan lainnya," ungkapnya seraya tertawa.

Ia pun berharap pertandingan NBA bisa mampir ke Indonesia. "Saat ini basket sedang berkembang dan saya berharap suatu hari nanti pertandingan NBA bisa ke sini dan menghabiskan waktu bersama anak-anak dan menikmati kota ini."

Senada, Sumner mengatakan pemberian pelatihan ini sebagai salah satu cara NBA Asia untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat.

"Sangat penting membuat basket ke level yang lebih tinggi lagi. Makanya, pertama-tama harus mengajak anak-anak menyukai basket dulu. Dari ketertarikan itu dia jadi berlatih dan semoga akan ada pemain indonesia yan bermain di NBA," kata dia.

Begitu soal pemilihan anak-anak yatim piatu. Menurut dia, NBA Asia ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak yatim piatu. Sebelumnya, NBA Asia juga pernah melakukan hal yang sama bagi anak-anak difabel.

"Ini bagian dari program NBA Jr. juga. Tapi secara spesifik NBA Jr. ada lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Indonesia ini menjadi yang terakhir dari empat negara sebelumnya," ungkapnya.

Salah seorang peserta coaching clinic bernama Ghani Putri Arianto,dari Pondok Yatim dan Dhuafa, mengaku bahagia bisa bertemua dengan pemain basket dunia. Meski mengatakan sempat kesulitan mengikuti arahan namun ia bersemangat untuk tetap bisa mengikutinya

"Senang banget bisa bertemu pemain basket. Ini pertama kali saya ikut pelatihan seperti ini," ungkap remaja putri berusia 13 tahun itu, yang mengidolai Michael Jordan.

Rekannya, Johan Titus dari Panti Asuhan Desa Putra mengatakan hal yang sama. Meski hanya sekadar hobi tapi ia bahagia karena bisa mendapatkan bola basket, suvenir dari coaching clinic.

"Yang paling gampang tadi itu dribble, kalau yang sulitnya itu pas saat harus menembak. Butuh beberapa kali untuk bisa masuk," kata Titus.

"Tapi lebih dari itu saya senang karena ini pertama kalinya saya dapat bola basket," ucapnya seraya tertawa.

Speights tiba di ibukota tadi malam. Ia terpilih sebagai pelatih undangan untuk National Training Camp Jr. NBA Indonesia 2015, di mana pemain 28 tahun itu akan melatih para peserta yang berkompetisi untuk menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars 2015.

Training camp nasional tersebut akan diadakan di ACS Jakarta pada 28-29 Agustus dan di Atrium Pluit Village pada 30 Agustus.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads