Chemistry Tim dan Fisik Jadi PR Stadium Jelang Seri Pertama

IBL

Chemistry Tim dan Fisik Jadi PR Stadium Jelang Seri Pertama

Mercy Raya - Sport
Rabu, 06 Jan 2016 18:12 WIB
Chemistry Tim dan Fisik Jadi PR Stadium Jelang Seri Pertama
detikSport/Mercy Raya
Jakarta -

Jelang digelarnya Seri I IBL 2015, Stadium Happy 8 masih punya beberapa pekerjaan rumah untuk dituntaskan. Chemistry tim dan kondisi fisik jadi hal yang diharapkan bisa cepat diperbaiki.

Pelatih Andre Yuwadi tak menyangkal kalau Stadium belum padu sebagai sebuah tim. Stadium disebutnya butuh waktu lebih lama untuk bisa menyatu lantaran ada cukup banyak pemain baru mereka datangkan.

"Yang pasti chemistry pemain karena tahun ini banyak kombinasi-kombinasi pemain baru, muda, dan beberapa pemain yang lama. Pasti belum ketemu permainannya karena pemain harus sama-sama mengerti dulu. Jadi itu yang jadi fokus kami," kata Andre menyoal persiapan timnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya chemistry, Andre juga mencari cara untuk bisa menyatu dengan pemainnya. Sebagai pelatih yang masih sangat muda (26 tahun), membesut Stadium adalah tantangan tersendiri untuknya. Tak mengherankan kalau beberapa pemainnya ada yang berusia lebih tua, seperti Anton Sujarwo (31 tahun), Fanny Budianto (32 tahun), Wijaya Saputra (30 tahun), dan Merio Ferdiansyah (30 tahun).

"Pertama, saya harus kenal karakter tim saya, setelah tahu karakter adalah bagaimana cara menghadapi mereka, saya harus berada di posisi mana dan bagaimana harus bertindak. Tapi sampai sekarang ini komunikasi saya masih baik, saya respect pemain, pemain juga respect sama saya. Kalau ada pemain yang rada-rada, sebisa mungkin cari cara supaya tidak malah jadi bentrok," ungkapnya seraya tersenyum.

Selain menyatukan antar pemain, fisik juga menjadi kosentrasi lulusan Beijing Sports University ini. Dibanding musim sebelumnya, IBL tahun ini akan sangat menguras tenaga seluruh tim peserta. Kompetisi reguler dimulai Januari hingga April, untuk kemudian dilanjutkan playoff di bulan Mei.

Diikuti 12 klub, IBL akan digeber dalam enam seri di enam kota berbeda dengan diawali di Jakarta dan ditutup di Surabaya. Dengan jadwal yang padat, Andre menyadari hal itu akan menguras fisik timnya.

Dia sudah beberapa antisipasi supaya timnya tetap fresh. Latihan fisik yang dipimpin pelatih fisik berkualitas, Kelana Sukma Anggun Jatnika, juga menjadi modal penting Stadium dalam mengarungi musim di IBL agar bisa bersaing dengan tim papan atas seperti Pelita Jaya Energi, M88 Aspac, SM Pertamina, dan CLS Knights.

"Dibandingkan dengan musim lalu, musim ini memang waktunya lebih padat dan mepet. Secara jumlah game sama, ada 33 game, cuma serinya saya yang berbeda, tahun lalu ada 10 seri, sekarang enam seri. Cuma dari seri I, lalu II, dan III itu mepet. Nah ini hubungannya pasti ke fisik," katanya.

"Antisipasinya tentu di regular pre-season ini sebisa mungkin anak-anak dibuat fresh. Dalam arti miniplay diatur, jadi jangan sampai salah satu pemain mainnya lama. Kami khawatir di justru di season mereka tidak fresh lagi. Jadi rotasinya yang diperbanyak, meski kami akan lihat gamenya juga," ungkapnya.

(mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads