Bermain di Hall A, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/1/2016), Pasific Hangtuah sempat tertinggal di kuarter pertama 15-22. Tapi kemudian bisa mengejar ketinggalan dan menyamakannya di kuarter kedua dengan kedudukan 29-29.
Memasuki kuarter ketiga, Hangtuah menerapkan strategi man to man full court. Strategi berjalan lancar, Hangtuah menutup kuarter ketiga dengan angka 44-36. Keunggulan itu tak disia-siakan. Hangtuah menutup laga dengan skor 62-47.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di laga kedua, Satya Wacana terlalu tangguh bagi NSH dengan menang 58-46. Satya Wacana mendominasi kuarter pertama dan kedua. Di kuarter pertama mereka unggul 13-9 dan berlanjut di kuarter kedua dengan unggul 27-19.
Memasuki kuarter ketiga Satya Wacana kehilangan momen. Pertahanan mereka sempat menurun. Di sisa menit keempat kuarter ketiga, SWS membiarkan kedudukan imbang 34-34. Beruntung di tiga menit sisa kuarter ketiga NSH malah gagal memanfaatkan situasi itu. Mereka membuat banyak kesalahan. Kuarter ketiga Satya Wacana masih unggul lima bola 44-34.
Kuarter keempat Satya Wacana kembali tak terbendung. Tim asal Salatiga, Jawa Tengah itu menutup laga dengan kemenangan.
Di laga itu, Nugroho Firman yang menjadi pencetak poin terbanyak untuk Satya Wacana. Dia membuat double double dengan membukukan 15 poin dan 18 rebound. Sementara di kubu NSH Pratama Raylly yang mendonasikan poin terbanyak, 10 poin.
Efri Meldi, pelatih Satya Wacana, tak puas dengan penampilan anak asuhnya kendati meraih kemenangan.
"Anak-anak masih bermain individu, belum menunjukkan kerja sama yang saya inginkan. Dengan situasi itu lawan mudah untuk melemahkan tim kami dengan mematikan Ragil (Respati Pamungkas)," kata Efri usai pertandingan.
Di kubu NSH, kekalahan itu menjdi sebuah kerugian tersendiri. Sebab, mereka membidik kemenangan atas Satya Wacana sebagai bekal untuk menghadapi Aspac Jakarta di laga kedua.
"Para pemain tak tampil rileks, mereka tertekan sejak kuarter pertama. Saya sudha mencoba mengubah strategi tapi apapun yang diterapkan tak mampu membawa perubahan," kata Mayckel S.D. Ferdinandus.Β
(fem/mrp)











































