Dalam pertandingan di GOR Bima Sakti Malang, Jumat (5/2/2016), Satria Muda langsung ngebut di kuarter pertama. Tampil agresif, Satria Muda menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 20-15.
Satria Muda masih memegang kendali permainan di kuarter kedua. Menambah 14 poin, Satria Muda memimpin 34-25 saat memasuki half-time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kehilangan Vamiga, Satria Muda tetap mampu tampil konsisten. Tambahan 19 poin dibukukan di kuarter ketiga untuk membawa Satria Muda unggul 53-40. Satria Muda berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai dengan skor 71-52.
"Kita diuntungkan dengan absennya dua andalan mereka Mei Joni dan Yayan (Andrie Ekayana). Dari sisi kami, masih kurang dalam urusan defense. Hilangnya Vamiga agak mempengaruhi kekuataan kami. Tapi kami bisa melakukan penyesuaian untuk menutupi posisinya. Kami mendapatkan pembelajaran di seri ini yakni konsistensi permainan (defense dan offense)," ujar pelatih Satria Muda, Cokorda Raka Satrya Wibawa, seperti tertulis dalam rilis IBL yang diterima detikSport.
Kevin Sitorus menjadi penyumbang angka terbanyak untuk Satria Muda dengan 12 poin ditambah tiga rebound dan dua assist. Sementara di kubu Hangtuah, Randika Aprillian menjadi top skorer dengan 12 poin.
Ini adalah pertandingan terakhir yang dijalani Satria Muda di Seri II Malang. Dari lima kali tanding, Satria Muda membukukan tiga kemenangan dan dua kali kalah. Dua kekalahan tersebut didapat dari CLS Knights Surabaya dan Stadium Happy 8 Jakarta.
Secara keseluruhan, Satria Muda mencatat tujuh kemenangan dan empat kekalahan (18 poin). Sementara Hangtuah Sumsel sudah menderita delapan kali kekalahan dan tiga kali menang (14 poin).
Hasil IBL, Jumat (5/2/2016):
Satya Wacana Salatiga 54-73 Stadium Happy 8 Jakarta
NSH Jakarta 53-71 Garud Bandung
Satria Muda Pertamina Jakarta 71-52 Hangtuah Sumsel
(nds/nds)











































