DetikSport
Rabu 13 April 2016, 12:48 WIB

Menunggu Lemparan Terakhir Kobe di Staples Center

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Menunggu Lemparan Terakhir Kobe di Staples Center Gary A. Vasquez-USA TODAY Sports
Los Angeles -

Pekan ini akan jadi momen yang mengharukan dan mungkin menyedihkan untuk NBA khususnya fans Los Angeles Lakers. Akan jadi kali terakhir mereka melihat aksi sang bintang Kobe Bryant di atas lapangan.

Beberapa waktu lalu Kobe memang sudah memutuskan untuk pensiun setelah 20 tahun berkarier di kompetisi basket Amerika Serikat itu. Hanya Lakers tim yang pernah diperkuat Kobe sepanjang kariernya.

Selama dua dekade itu pula Kobe pernah merasakan manis pahitnya getir kehidupan, susah-senang, bahagia-sedih, dan sebagainya. Jatuh bangun Kobe membawa Lakers ke tangga tertinggi NBA dengan torehan lima cincin NBA.

Namun, Kobe juga merasakan masa-masa kelam Lakers yang ironisnya terjadi di penghujung kariernya. Usai era kepelatihan Phil Jackson yang membuat Lakers berjaya, klub yang identik dengan warna ungu-kuning itu terjun bebas.

Setelah terakhir kali lolos ke play-off pada 2013, Lakers tak pernah lagi lolos dari musim reguler dan sepanjang musim Kobe harus melihat timnya berada di papan bawah, seperti halnya musim ini.

Lakers ada di posisi buncit klasemen Wilayah Barat dengan hanya 16 kali menang dan menelan 65 kekalahan. Satu laga lagi harus dijalani Kobe sebelum dia menutup karier panjangnya yang gemilang.

Duel dengan Utah Jazz Kamis (14/4) pagi WIB besok, tentu bakal jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh fans Lakers yang pasti akan memadati Staples Center untuk menyaksikan aksi terakhir dan lemparan-lemparan terakhir Kobe sebelum dia pensiun.

"Tentunya sangat berarti untuk menjalani laga terakhir di kandang," ujar Kobe seperti dikutip Yahoosports.

"Saya tumbuh sebagai pendukung sejati Lakers, jadi ini seperti mimpi yang jadi kenyataan bagi seorang anak bisa tumbuh dan bermain untuk tim favoritnya, dan bermain di sini selama 20 tahun, sepanjang kariernya," sambungnya.

"Saya sudah melihat perkembangan kota ini, dan sebaliknya. Tidak ada tempat yang lebih baik ketimbang ini untuk mengakhiri karier."

"Saya tumbuh besar di depan penonton ini mulai umur 17. Saya melihat banyak orang di sana dari laga pertama saya, masih ada di sana. Itu sangat spesial. Anak-anak yang berdiri di sana, lalu juga ada mereka yang masih anak-anak saat datang ke sini, kini mereka datang dengan anak-anak mereka. Sangat menyenangkan melihatnya," tutup Kobe.


(mrp/nds)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed