DetikSport
Kamis 14 April 2016, 15:32 WIB

Sengatan Terakhir 'Mamba' dan Pesta Perpisahan di Staples Center

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sengatan Terakhir Mamba dan Pesta Perpisahan di Staples Center Foto: Reuters
Los Angeles -

Staples Center didominasi warna kuning-ungu itu sudah biasa ketika ada Los Angeles Lakers bertanding. Tapi, game di hari Rabu (13/4) malam waktu setempat, bukanlah game yang biasa-biasa saja.

Memang tak ada prestasi atau pencapaian yang dirayakan oleh fans Lakers di sana. Dari jauh-jauh hari mereka sudah tahu bahwa pasukan Byron Scott itu tidak akan lolos ke play-off.

Bagi klub sebesar Lakers yang punya 16 cincin juara NBA, tiga tahun beruntun tidak masuk play-off adalah sebuah kemunduran, keterpurukan, dan apapun itu namanya. Namun, fans pun sadar bahwa Lakers yang sekarang bukanlah Lakers yang dulu lagi.

 




Tapi satu yang tidak akan berubah adalah cinta mereka kepada sang bintang Kobe Bryant. Di saat satu per satu bintang pergi dari Lakers, Kobe tetap setia menemani Lakers di saat susah maupun senang.

Selama 20 tahun, Kobe jatuh bangun membawa Lakers ke puncak kejayaan. Namun setiap ada awal, pasti ada pula akhirnya dan begitu pun dengan karier Kobe.






Gim melawan Utah Jazz jadi kali terakhir fans bisa melihat aksi-aksi menyengat dari Kobe yang membuatnya dijuluki 'Black Mamba', ular asal Afrika yang punya bisa mematikan.

Meriahnya gim terakhir Kobe itu bisa dilihat dari banyaknya figur yang hadir di sana, mulai dari eks pebasket top seperti Magic Johnson atau Shaquille O'Neal, mantan rekan setim yang dikabarkan punya hubungan tak harmonis dengan Kobe, lalu ada juga rapper Jay-Z serta aktor Jack Nicholson yang dikenal fans berat Lakers dan punya tiket musiman setiap tahunnya.



Dalam catatan Reuters, Staples Center full house dan kabarnya tiket sudah sold out sejak lama. Kalaupun ada, kabarnya dijual di Ebay hingga menyentuh angka 27.500 dollar AS atau sekitar Rp 363 juta!

"Kobe, Kobe, Kobe" teriakan itu menggema di seluruh penjuru stadion ketika Kobe dihampiri oleh Johnson yang juga legenda hidup Lakers. Setelah Johnson, mungkin ini untuk pertama kalinya Staples Center "menangis" melepas kepergian salah satu bintangnya.

Di luar stadion pun disediakan Hall of Fame di mana fans bisa menuliskan kata-kata terakhir mereka untuk Kobe.

Kobe pun sepertinya tahu bagaimana cara memberikan kado perpisahan yang manis untuk fans Lakers. Tampil kesetanan, Kobe mencetak 60 poin untuk membawa Lakers menang 102-98 dan menuntaskan kariernya sebagai pebasket tertua yang mampu bikin minimal 50 poin dalam satu pertandingan.



"Man, aku tak percaya betapa cepat 20 tahun berlalu. Ini benar-benar gila, sangat tidak bisa dipercaya bisa berada di lapangan yang sama dengan kalian semua, dengan rekan-rekan setim," ujar Kobe.

"Saya sangat menghargai perjalanan yang sudah kita lalui, memang ada naik dan turunnya tapi yang penting adalah kita semua tetap bersatu melaluinya," sambung pebasket 37 tahun itu.

"Yang bisa aku lakukan adalah berterima kasih atas seluruh dukungan selama ini, tahun-tahun penuh inspirasi. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Saya tidak percaya ini akan berakhir.

Kemudian konfeti berwarna ungu dan kuning berhamburan dari langit Staples Center sebagai tanda perpisahan untuk sang bintang. Setelah 20 tahun dan 33 dan 33.643 poin, Kobe pun akhirnya mundur.

Goodbye, Mamba!


(mrp/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed