Charlotte Hornets kembali merasakan atmosfer Playoff NBA. Mereka berhadapan dengan Miami Heat. Walau langkah mereka terhenti setelah kalah 3-4 di babak pertama playoff, perjalanan Hornets musim ini terbilang istimewa.
Hornets musim ini berada di peringkat enam Wilayah Timur. Mereka mencatatkan 48 kali kemenangan dan 34 kali kalah. Peringkat tim yang dimiliki oleh legenda basket Michael Jordan itu berada di atas Indiana Pacers dan Detroit Pistons. Dengan demikian, mereka berhak lolos ke Playoffs melawan Miami Heat yang berada di peringkat ke tiga.
Bila dibandingkan dengan musim lalu, prestasi Hornets musim ini jauh lebih baik. Pada musim 2014/2015, Hornets hanya mencatatkan 33 kemenangan dan 49 kali kalah. Tim yang sempat bernama Charlotte Bobcats itu pun hanya duduk di peringkat ke-11 di Wilayah Timur dan gagal ke playoff.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi Charlotte Hornets di babak Playoffs tahun ini pun membaik. Bila dibandingkan dengan dua penampilan Hornets saat masih bernama Bobcats di musim Playoffs 2013-2014 dan 2009-2010, prestasi musim ini jauh lebih baik. Dulu, mereka selalu kalah disapu bersih 0-4, namun kali ini bisa memberikan perlawanan sampai game terakhir melawan Heat.
Apa kunci kesuksesan tim berlambang lebah tersebut? Ada banyak faktor. Salah satu yang menonjol adalah penampilan para pemain muda. Salah satu yang menarik adalah fenomena Kemba Walker. Dia mencetak rata-rata poin 22.7 per pertandingan, terbanyak di tim dan digadang-gadang sebagai atlet yang cocok masuk ke All Star.
Selain itu, ada Jeremy Lin yang memberikan kontribusi banyak bagi tim dari bangku cadangan. Pemain keturunan China dan lulusan Harvard itu mencetak angka 12,7 per pertandingan, terbanyak ketiga setelah Kemba dan Al Jefferson yang bermain sebagai center.
Nama Nicolas Batum, salah seorang pemain senior di Hornets juga tak bisa diabaikan. Dia berkontribusi lewat tembakan-tembakan tiga angka dan kemampuan bermain low post yang baik sehingga mencetak rata-rata 11.4 per pertandingan. Bersama para pemain muda seperti Cody Zeller, mereka menjelma jadi kekuatan yang menakutkan selama regular season.
Khusus Lin, yang baru mulai bermain untuk Hornets musim ini, tampil lebih berani. Dia tak hanya berperan sebagai guard yang memberikan assist, namun juga lebih banyak melakukan penetrasi.
Sebelum Playoff, detikSport sempat melakukan wawancara dengan Lin dalam program global media conference. Pria yang sempat memiliki gaya rambut 'dragon ball' tersebut bicara banyak soal timnya, termasuk bagaimana rasanya bekerja dengan Michael Jordan sebagai seorang pemilik.
"Ada beberapa hal yang membuat kami bisa sampai ke titik ini, yaitu kekompakan, hubungan antar pemain dan lebih bermain pintar," kata Lin.
"Kami tidak punya LeBron James atau Steph Curry atau seorang pemain elite dalam bertahan seperti DeAndre Jordan. Tapi kami menilai, bila kami bermain bersama dan melakukan semuanya dengan benar, kami punya kesempatan untuk membuat gebrakan," sambungnya.
Sebelum bermain di Hornets, Lin menjadi salah satu guard di Los Angeles Lakers. Dia mengatakan, ada perbedaan signifikan bermain di dua klub tersebut, terutama atmosfer pendukung kota. Bila di LA, dia selalu menjadi sorotan publik, namun ketika di Charlotte, dia bebas melakukan hal apa pun dan lebih merasa nyaman.
"Saya merasa sangat senang berada di Charlotte, saya sangat menikmati musim ini," terang pria yang sering gonta ganti gaya rambut ini.
Lin juga bercerita bagaimana sosok Michael Jordan sebagai seorang pemilik Charlotte Hornets. Apakah ada perbedaan ketika dia menjadi pemain dan sekarang jadi seorang pemilik?
"Dari sejumlah tim yang saya datangi, Michael Jordan adalah pemilik yang paling sering hadir. Sisi positifnya, dia adalah mantan pemain, jadi dia mengerti bagaimana perasaan pemain, termasuk bagaimana bahasa tubuhnya. Dia mengerti bagaimana bicara kepada pemain dan memotivasi pemain," paparnya.
Di kesempatan terpisah, detikSport juga mewawancarai Nicolas Batum. Pria asal Prancis itu banyak bercerita soal permainannya musim ini, setelah sebelumnya cukup lama membela Portland Trailblazers.
"Sekarang saya bersama tim baru dan tantangan baru. Setelah musim yang cukup buruk tahun lalu, saya pikir tim kami sekarang sudah bekerja lebih baik sejauh ini," kata Batum kepada wartawan media global.
"Kami sudah membangun kebersamaan yang bagus di tim, meski ada beberapa pemain baru. Kami menang 47 pertandingan di musim reguler, ini adalah musim yang bagus," ceritanya.
Batum adalah salah seorang pemberi operan terbaik di NBA. Dia kerap menciptakan peluang-peluang penting bagi rekannya untuk mencetak poin. Musim ini, dia mencetak 403 assist, jauh lebih baik dari musim sebelumnya yang hanya 341 assist. Apa komentarnya soal ini?
"Ketika saya pindah ke Hornets, saya menyaksikan rekaman video rekan-rekan setim saya. Saya hanya ingin tahu bagaimana mereka bermain, seperti apa mereka ingin menerima bola, bagaimana mereka menembak. Saya juga bicara dengan mereka karena saya ingin membangung chemistry secepat mungkin," ungkap pria yang sudah bermain 8 tahun di NBA ini.
(mad/mrp)











































