DetikSport
Sabtu 28 Mei 2016, 22:40 WIB

Surabaya Fever Juara WIBL 2016

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Surabaya Fever Juara WIBL 2016 Dokumentasi IBL
Jakarta - Tim Surabaya Fever tampil sebagai juara Women's Indonesian Basketball League (WIBL) 2016. Surabaya Fever berhak mengangkat trofi setelah mengalahkan Tomang Sakti Merpati Bali di final.

Pada game kedua final di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (28/5/2016), Surabaya Fever menang 63-51 atas Tomang Sakti Merpati Bali.

Ini adalah kemenangan kedua Surabaya Fever di final yang memakai format best of three. Pada game pertama, Kamis (26/5/2016) lalu, mereka mengalahkan Tomang Sakti Merpati Bali 58-42. Karena sudah dua kali menang, Surabaya Fever pun dipastikan menjadi juara.

Center Surabaya Fever, Gabriel Sophia, terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP). Dia mengemas 17 poin dan 8 rebound di game kedua final. Dari kubu Tomang Sakti Merpati Bali, Agustin Retong menjadi pendulang angka terbanyak untuk timnya dengan raihan 15 poin dan juga sembilan rebound.

Ini adalah gelar ketiga Surabaya Fever di kancah liga bola basket putri Indonesia. Tim ini sebelumnya menjadi juara pada musim 2011/2012 dan 2014/2015. Sama seperti musim lalu, Surabaya Fever juga tidak pernah terkalahkan.

"Saya bersyukur akhirnya Fever bisa menjadi juara WIBL musim ini. Pelatih tadi menginstruksikan jangan lengah dan kita harus bermain habis-habisan. Gelar MVP bukan merupakan tujuan utama saya, namun menjadi juara merupakan impian kami bersama. Saya juga berterima kasih kepada coach Welly, karena ibarat koki dia mampu meramu para pemain Fever hingga akhirnya kami bisa meraih hasil ini ," komentar Gabi, sapaan akrab Gabriel Sophia, dalam rilis yang diterima detikSport.

"Pada game kedua ini saya ingatkan kepada anak-anak untuk melakukan jaga pasif (tidak mengambil bola lawan), karena pada game pertama lalu kita sering mendapatkan foul. Tadi kita juga bermain sabar dan shooter kami juga hidup. Itu kunci kemenangan kami atas mereka," kata pelatih Surabaya Fever, Wellyanto Pribadi, yang juga berharap kompetisi bola basket putri ke depannya tidak menjadi anak tiri dan diperbanyak frekuensi pertandingannya.

Sementara itu, pelatih Tomang Sakti Merpati Bali, Raoul Miguel Hadinoto, tidak berkecil hati setelah timnya kalah di final. Dia memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah berjuang keras menghadapi juara bertahan Surabaya Fever.

"Kami agak lemah mengantisipasi para pemain tinggi lawan. Namun anak-anak sudah berjuang maksimal di lapangan dan musim depan kami harus segera mempersiapkan diri lebih baik lagi dan juga menambah beberapa pemain baru," ujar Ebos, panggilan akrab Raoul Miguel Hadinoto.

"Saya juga berharap liga membuat terobosan dengan adanya pemain asing di sektor putri seperti yang terjadi di Korea Selatan, walau hanya diikuti enam tim, nyatanya timnas mereka bisa berbicara banyak karena kompetisi putri mereka menggunakan pemain asing," imbuhnya.


(mfi/rqi)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed