Cavaliers dalam situasi tidak menguntungkan. Melakoni dua gim pertama di markas Oracle Arena, Cavs kesulitan mengimbangi permainan sang juara bertahan sehingga kalah masing-masing dengan skor telak: 89-114 dan 77-110.
Keadaan semakin sulit bagi Cavs karena sang center Kevin Love belum tentu bisa main saat gantian menjamu Warriors di Quicken Loans Arena, (9/6/2016). Love menderita gegar setelah kepalanya kena sikutan di final gim kedua tiga hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas kesehatan dia memang sangat penting, tapi di dalam situasi kami sekarang, kami mesti tetap percaya diri. Dan siapapun yang nanti pelatih putuskan untuk bermain, semua orang harus bisa menggantikan dia."
Cavaliers sukses mencatatkan 7-0 di kandang sendiri pada postseason ini. Sementara rekor Warriors tak bagus-bagus amat dengan 3-4 di laga kandang.
"Jelas, ini adalah pertandingan yang menentukan bagi kami. Kami tidak bisa tertinggal 0-3 dari tim manapun, terlebih dari tim yang mencetak rekor 73-9 di musim reguler dan memainkan permainan yang mereka mainkan," sambung small forward Cavaliers itu.
"Jadi kami ini adalah pertandingan yang menentukan nasib kami dan kami memahaminya. Kami mesti bermain dan mengerahkan segalanya."
Statistik mencatat Cavs adalah tim ke-32 dalam sejarah Final NBA yang tertinggal 0-2. Hanya ada tiga dari 31 tim sebelumnya yang mampu bangkit dan keluar sebagai juara.
"Sejarah adalah sesuatu yang dibuat untuk dipatahkan jadi kami tidak khawatir tertinggal 0-2," ujar pelatih Cavs Tyronn Lue. "Belum selesai apabila ada tim yang bisa memenangi empat pertandingan, dan kami menyadarinya."
"Kami tidak berkecil hati. Mereka [Warriors] memang sudah memenangi dua pertandingan, dan duel ini belum selesai sampai Anda memenangi empat laga."
(rin/cas)











































