Kabar tersebut dilaporkan ESPN, Selasa (15/11/2016) malam waktu setempat. Ketiga tim itu adalah Milwaukee Bucks, Memphis Griezzlies, dan Dallas Mavericks, yang diketahui tidak lagi menginap di hotel dengan label nama Trump yang berada di New York City dan Chicago.
Sebuah sumber mengatakan bahwa ada sebuah tim Wilayah Timur lainnya yang sesungguhnya terikat kontrak untuk menginap di Trump SoHo di New York pada musim ini. Akan tetapi, mereka telah memutuskan untuk beralih ke properti lain di Manhattan setelah kontraknya selesai di akhir musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila keputusan Bucks dan Mavericks berkaitan dengan politik, namun tidak jelas dengan alasan Grizzlies. Pemilik Grizzlies adalah Robert Pera, wirausahawan internet berusia 38 tahun.
Akan tetapi, seorang anggota grup perusahaan Pera -- meskipun memiliki saham yang sangat kecil -- adalah mantan anggota kongres AS dari Partai Demokrat yang bernama Harold Ford Jr.
Sejak keputusan pilpres, beberapa figur NBA memberi respons negatif terhadap Trump. Pelatih Detroit Pistons, Stan Van Gundy, menjadi salah satu yang paling vokal.
"Saya tidak merasa ada seorang pun yang menyangkal bahwa orang ini (Trump) benar-benar rasis dan misoginis, dan etnis-sentris. Kita seharusnya malu untuk apa yang kita yakini untuk Amerika Serikat hari ini," kata dia.
"Saya benar-benar muak," timpal pelatih San Antonio Spurs Gregg Popovich, pekan lalu sebagaimana dikutip Washington Post. "Bukan karena Partai Republik menang atau apa, tapi semua komentar yang sudah dikeluarkan hanya tentang xenophobia, homophobia, rasis, dan misoginis."
(rin/krs)











































