Dreya merupakan klub basket yang baru berdiri pada 2011. Selama sekitar enam tahun berdiri, Dreya sudah punya prestasi yang oke: juara satu di Divisi 2 dan juara satu di Divisi 1 kompetisi basket nasional.
Meski prestasi itu didapat dengan cepat, founder Dreya Basketball Indonesia, Ekoputro Adijayanto, mengakui bahwa klubnya tidak ada pembinaan secara baik, sebab selama kompetisi Dreya lebih condong merekrut pemain-pemain semi-professional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa terpanggil untuk membanggun satu hal yang lebih serius, menghasilkan pemain yang siap bertandingan, berani bertanding, masuk dan keluar lapangan dengan kepala tegak," ujar Eko di Lapangan Basket Rafless School.
Selain itu, pria berkacamata ini juga berharap kompetisi basket di Indonesia bisa berjalan dengan baik mulai dari kelompok umur sampai level pro. Pasalnya, Dreya sudah menerapkan program berjenjang dalam perjalanan karier pemain.
"Pada intinya Dreya mau menyumbangkan pemain yang terbaik untuk tingkat nasional. Tapi kita juga berharap kejuaraan-kejuaraan berjenjang mulai dari kelompok umur, divisi 2, divisi 1 sampai profesional bisa berjalan baik.
"Di Dreya, pemain kita mulai dari kelompok umur 14. Jika sudah baik mereka akan naik ke kelompok umur 16, 18 dan seterusnya. Selama ini mungkin sering terputus, jadi sekarang kita ingin berjenjang dan ada karier di sana," bebernya. (din/din)











































