Pelatih Aspac, AF Rinaldo, mengatakan, Anthony diganti karena kontribusinya untuk tim kurang. Selain itu, Aspac juga lebih membutuhkan pemain berposisi guard di laga-laga berikutnya.
"Anthony kami tukar karena setelah pelatih mengevaluasi tim ternyata membutuhkan satu guard sebagai jenderal lapangan. Jadi Dom diharapkan bisa bergantian dengan Andakara Prastawa," kata Inal, panggilan akrab AF Rinaldo, ketika ditemui di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu (1/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu seri Bandung sebenarnya dia sudah datang, cuma tidak ikut bermain karena masih jetlag. Dia 'kan datang dari Washington," kata Inal.
"Sejauh ini dia sudah cepat beradaptasi. Mungkin karena posisi guard ya berlatihnya di lapangan, jadi harusnya penyesuaiannya lebih cepat dengan sistem kami. Terutama dalam menyerang yang simpel," tuturnya.
"Ya kita akan lihat dia bisa main satu atau main di dua. Posisi dia kan bisa guard dan point guard. Jadi masih dilihat saat laga nanti, apakah bermain langsung dua bersama Andakara Prastawa (double guard), atau rotasi dengan Prastawa. Kami masih melihat kemungkinannya. Yang jelas dia sudah bisa diturunkan," kata Inal menambahkan.
"Ya, di sini kan cadangannya untuk posisi itu baru ada Widyantaputra Teja. tetapi dia pun mainnya belum konsisten. Jadi saya harap dengan masuknya Dom, Widy bisa lebih belajar. Bisa transfer ilmu juga. Toh, Widy masih muda juga," imbuhnya.
Selain pergantian di posisi guard, Aspac juga mengganti Muhamad Irman, yang berposisi power forward, dengan memasukkan pemain NSH Ruslan.
"Kami ada transfer pemain lokal juga. Muhamad Irman diganti dengan pemain NSH Ruslan karena saya mencari big man. Karena Anthony itu ditukar dengan Dom Williams. Jadi otomatis kita kehilangan big man, makanya kami ambil Ruslan. Sejauh ini pun statistik Ruslan baik," kata Inal.
(mcy/mfi)