Bertanding di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat (31/3/2017) malam WIB, kolektivitas membuat Garuda unggul. Difta Pratama menyumbang 19 poin, Sherrad Brantley 18 poin, yang ditambahkan 14 poin dari Chris Ware dan 11 poin dari Surliyadin.
"Alhamdulillah, game plan berjalan sejak awal walau kurang konsisten. Anak-anak terus berjuang tanpa henti," kata asisten pelatih Garuda, Ricky Dwi Tauri seusai laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertarungan makin sengit dikuarter terakhir. Tembakan tiga angka Diftha dan Brantley kembali menambah angka keunggulan Garuda menjadi 75-71 di sisa semenit.
Asthon Smith lalu mencetak angka bagi CLS, 75-73 ketika laga tersisa 13 detik. Di detik terakhir, lay up Crews meleset sehingga Garuda pun terbang tinggi di laga pertama meninggalkan tuan rumah tertunduk lesu.
"Tuhan sudah memberi jalan kemenangan. Kami yang di lapangan fokus pada pertandingan, yang lain di bangku cadangan tak habis-habisnya berdoa," kata Diftha usai pertandingan. "Kami sempat beberapa kali kehilangan fokus," tambahnya.
Crews menjadi pencetak angka terbanyak bagi CLS dengan raihan 25 poin plus 9 rebound. Smith menambah dengan 22 angka. "Crews dan Smith dominan, di gim kedua kami harus lebih membatasi mereka," kata Ricky.
Pelatih CLS Knights, Wahyu Widayat Jati mengakui pasukannya tak tampil dalam performa terbaik. Namun, CLS bertekad untuk memaksakan laga penentuan.
"Lambat start, tembakan juga kurang bagus, rebound juga kalah sementara pergerakan bola tidak seperti biasanya," keluh Cacing, sapaan Wahyu. "Kami harus bangkit, menang di hari Sabtu dan playoff berlanjut hingga Senin," janji Cacing.
Babak playoff menganut sistem best of three. Garuda kini unggul 1-0, dan CLS wajib memenangi pertandingan di hari Sabtu kalau tak ingin tersingkir lebih awal. (rin/rin)











































