Dua tim Jakarta itu akan bertarung di semifinal divisi putih. Aspac dan Pelita Jaya sama-sama menjadikan Gor C-Tra Arena di Bandung sebagai kandang sehingga duel-duel mereka, dalam format home dan away, pun dimainkan di sana.
Mereka awalnya akan bertarung dalam dua gim, dengan gim ketiga akan dimainkan jika diperlukan. Artinya, kemenangan di gim pertama jadi sedemikian penting, khususnya secara psikologis, menghadapi gim kedua -- atau ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus mengambil gim pertama," kata pelatih yang karib disapa Inal saat konferensi pers di Hotel Santika, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/4/2017).
Kami akan tampil agresif, baik dalam bertahan maupun menyerang. Kami akan melakukan transisi secara cepat. Kami tidak mau terbawa ritme mereka," imbuhnya.
Inal menambahkan, seluruh pemain Aspac dalam kondisi fit termasuk pemain asing mereka Dominique Nelson Williams. "Mereka semuanya siap tempur. Mereka antusias menghadapi pertandingan ini," ucapnya.
Guna menghadapi Pelita Jaya, Inal juga mengatakan sudah melakukan analisis permainan tim lawan melalui rekaman pertandingan.
"Kita mempelajari game dari PJ (Pelita Jaya) saat melawan kami dan melawan tim lain. Kita lihat cara bertahan dan menyerang mereka," bebernya.
Sementara itu, Pelatih Pelita Jaya Johannis Winar juga menegaskan kesiapan timnya menghadapi Aspac sekaligus meraih kemenangan di gim pertama.
"Target kita tetap menang di gim pertama. Untuk permainannya, lihat saja besok," kata pelatih yang akrab disapa Ahan itu.
Menurut Ahan, anak asuhannya sudah siap tampil penuh menghadapi Aspac. Modal dua kemenangan saat ujicoba melawan timnas Malaysia dan KL Dragon di Kualalumpur pekan lalu menjadi modal berharga Pelita Jaya.
"Kita sudah evaluasi dari pertandingan itu dan memperbaiki yang masih lemah. Mudah-mudahan bisa memberikan hasil positif di semifinal," sebutnya.
(krs/fem)











































