Pelita Jaya Tundukkan Aspac di Laga Pertama

Semifinal IBL

Pelita Jaya Tundukkan Aspac di Laga Pertama

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Kamis, 27 Apr 2017 23:48 WIB
Pelita Jaya Tundukkan Aspac di Laga Pertama
Foto: IBL
Bandung - Pelita Jaya keluar sebagai pemenang di laga pertama semifinal IBL Pertalite 2017 Divisi Putih. Mereka sukses menundukkan W88.news Aspac dengan skor 60-55.

Pelita Jaya tampil tanpa big man impor, Kore White, saat menghadapi Aspac di C'Tra Arena Bandung, Kamis (27/4/2017). White masih menjalani hukuman larangan bertanding. Meskipun demikian, Pelita Jaya mampu mengatasi perlawanan Aspac dan untuk sementara unggul 1-0 dalam semifinal berformat best of three ini.

Dua pemain Pelita Jaya mencetak double-double pada pertandingan ini. Adhi Pratama Prasetyo Putra, center yang baru sembuh dari cedera, membukukan 10 poin dan 12 rebound. Sementara itu, kapten tim Ponsianus Nyoman Indrawan menyumbangkan 10 poin dan 16 rebound. Point guard asing, Martavious Irving, mengemas 25 angka bagi Pelita Jaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kredit harus saya berikan pada pemain, terutama Adhi yang memberikan 100 persen di lapangan," puji pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar.

"Sebenarnya berat bermain tanpa Kore. Saya bertekad memberikan yang terbaik walau terus terang masih kagok setelah absen cukup lama. Stamina juga belum sepenuhnya pulih," kata Adhi.

Di kubu Aspac, Dominique Williams menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 27 poin, sementara Abraham Damar Grahita menambahkan 10 poin.

"Kami kalah di rebound sehingga lawan mampu mendapatkan 22 offensive rebound. Beberapa momentum juga hilang," ujar pelatih W88.news Aspac, AF Rinaldo.

"Ada enam atau tujuh easy lay up atau under basket yang gagal masuk. Anak-anak juga kurang bagus dalam memutuskan eksekusi. Sedikit kurang sabar," katanya.

Game kedua semifinal akan dilangsungkan di tempat yang sama pada Sabtu (29/4) besok. Jika Aspac mampu membalas kekalahannya, game penentuan akan digelar pada hari berikutnya.

"Kami kurang tenang saat melakukan eksekusi. Gim kedua bagi kami adalah do or die. Harus menang jika ingin terus bermain hingga final," kata Abraham.


(mfi/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads