detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 08 Mei 2017 20:03 WIB

Ini Dua Sosok di Balik Sukses Pelita Jaya sebagai Juara IBL 2017

Mercy Raya - detikSport
1 1. Johannis Winar, Pelatih Kepala Pelita Jaya
Halaman 2 dari 3
Foto: Rengga Sancaya

Penunjukkan Johannis Winar alias Ahang memang tidak diduga. Dia mengisi kursi pelatih yang lowong setelah ditinggalkan pelatih asing mereka asal Filipina, Benjamin Alvarez Sipin.

Benjamin dipecat setelah Pelita Jaya dikalahkan CLS Knights di final IBL 2016. Ahang pun naik pangkat.

Dua pekan sejak penunjukkan itu, Ahang harus mendampingi Pelita Jaya di Perbasi Cup 2016. Ajang itu diikuti oleh tim-tim kontestan IBL.

"Jadi 2016 di hari Senin, saya sebagai asisten pelatih tiba-tiba dipanggil oleh manajemen. Padahal, kalau rapat biasanya antara pelatih kepala dan manajemen. Manajemen cuma bilang, 'Coach, untuk sementara kamu ambil alih dulu Pelita Jaya karena manajemen ada rencana untuk pergantian pelatih," kata Ahang, dalam perbincangan dengan detikSport.

"Saya pikir saya menangani tim sampai Perbasi Cup sebab saya pikir ada pelatih baru yang masuk. Tapi, rupanya saya dipanggil lagi dan ditawarkan untuk menjadi pelatih kepala Pelita Jaya," lanjut Ahang.

Kesempatan itu diterima Ahang. Apalagi, manajemen tak membebani dengan target tinggi.

"Sebenarnyanya semua nge-blank saja. Iya saja, habis mau bagaimana lagi. Jadi siap saja, tidak ada keyakinan apa-apa dan tidak kepikiran. Di awal -awal juga manajemen dibilang tidak ada target karena semua hanya kebetulan. Jadi nothing to lose dan pegang saja," ujar dia.

"Begini, saya sudah empat tahun di Pelita Jaya dan selalu ada pelatih dari luar masuk ke Pelita Jaya. Jadi, posisi pelatih kepala tidak diambil dari asisten seperti saya menjelang musim 2017 ini. Tapi, saat diberikan amanat, tanpa pikir panjang saya bilang siap saja," ungkap dia.

Belum adanya pengalaman sukses Ahang dalam memegang sebuah tim profesional di IBL, membuat banyak kalangan tak yakin dengan kemampuannya. Namun, Ahang mendapatkan dukungan penuh dari pemain.

"Ya, kami di awal bicara. Artinya, jika kemarin saya sebagai asisten, tapi sekarang jadi head coach. Saya sebagai head coach ya saya inginnya ada garis merahnya. Kalau di luar boleh menjadi teman, tapi kalau di dalam latihan harus respek," tutur Ahang.

"Kamu bertugas sebagai pemain, saya menjalankan tugas sebagai pelatih. Dan puji syukur bisa juara di IBL tahun ini dan saya berterimakasih karena coach Ito (Fictor Gideon Roring) membantu kami, saya pikir kita tidak akan bisa juara tanpa bantuan beliau," ucapnya.

Ahang dikontrak sebagai pelatih kepala oleh Pelita Jaya dua tahun, mulai 2017 hingga musim 2018.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com