detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 18 Okt 2017 17:25 WIB

Selain Bulutangkis, Istora Juga Jadi Venue Basket di Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Istora dilihat dari udara. (Rosyid/detikSport)
Jakarta - Istora Senayan tak hanya jadi venue untuk bulutangkis pada Asian Games 2018. Tapi, juga pertandingan-pertandingan basket.

Sejak awal bulutangkis dihelat di Istora, Senayan untuk Asian Games 2018. Basket sempat dipertimbangkan dihelat di Palembang.

Dalam prosesnya, Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir, yang juga Ketua South East Asian Basketball Assosiation (SEABA), menyatakan basket pada Asian Games 2018 juga dihelat di Istora.

Keputusan itu diambil untuk membuka jalan pencalonan tuan rumah Piala Dunia basket 2023. FIBA meminta agar Asian Games 2018 menjadi uji coba sebelum Istora menjamu pebasket dunia.

"Apa yang sudah dipersentasikan kepada FIBA hari ini terkait bidding Piala Dunia sejauh ini mereka puas. Tetapi, tentu mereka ingin melihat, benar tidak Istora bisa dipakai basket. Karena itu, ini yang ingin kami buktikan kepada mereka karena di Asian Games sendiri, basket akan digelar di Istora. Jadi pertama tanding basket dulu, kemudian bulutangkis," kata Erick kepada pewarta, Rabu (18/10/2017).

Sementara Hall A Basket, yang juga direnovasi, bakal menjadi tempat latihan. Selain itu, Hall A menjadi venue pertandingan bola basket wanita.

"Hall A tentu iya (digunakan) karena ada basket untuk perempuan. Seperti halnya cabang sepakbola yang wanit di Palembang, sementara sepakbola putranya di Jawa Barat," ucap dia kemudian.

Arsitek Terkejut Basket Asian Games 2018 di Istora

Arsitek Istora, Boy Bhiwara, sudah mengetahui perubahan rencana itu. Dia bilang informasi perubahan itu diterima dua pekan lalu.

"Sebenarnya yang kami siapkan adalah untuk FIBA World Cup 2023. Tetapi kira-kira dua pekan atau sebulan ada keputusan sepertinya pertandingan bola basket untuk Asian Games 2018 akan digelar di Istora juga," kata Boy, terpisah.

Boy terkejut dengan perubahan itu karena dalam perencanaan renovasi Asian Games tidak ada persiapkan basket digelar di Istora.

"Yang di FIBA kami persiapkan masih 2023 dan itu masih jauh. Artinya masih ada kesempatan untuk merubah," katanya.

"Makanya Bapak Erick bilang bagaimana yang sudah, dilaksanakan saja. Sehingga 2023 tinggal menambah yang temporer. Nah, ini sebenarnya karena basket untuk Asian Games harusnya sudah temporer karena ini ketinggiannya levelnya 3,5 meter, tapi karena kami punya kelengkapan mekanical dan elektikal rata-rata 2,4 meter," Boy mengungkapkan.

"Sementara untuk pintu itu hanya dibuat 2,1 meter, sementara yang dibutuhkan 2,2 meter. Tapi untuk koridor plafon kami sudah atur dengan kebutuhan yaitu 2,7 meter. Maka itu, justru yang akan dimodifikasi sekarang adalah ukuran ketinggian pintu setinggi 2,2 meter Itu lah yang nanti bersifat menetap jadi satu," dia menjelaskan.

Meski butuh tambahan modifikasi lagi, Boy justru menilai ada sisi positif yang bisa diambil. Dia optimistis Istora bisa digunakan untuk menggelar cabang olahraga lainnya.

"Saya berkeyakinan begitu basket dan bulutangkis bisa maka bukan bulutangkis nanti yang rutin tetapi cabang lainnya juga. Akhirnya jumlah pengguna olahraga akan lebih banyak juga," ucap Boy.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com