Final Wilayah NBA
Pistons Main Jelek, Heat Unggul 2-1
Senin, 30 Mei 2005 15:40 WIB
Jakarta - Miami Heat membalikkan keadaan di gim ketiga final Wilayah Timur, Senin (30/5/2005) menjadi unggul 2-1 atas Detroit Pistons. Menghadapi Pistons yang main buruk, Heat unggul 113-104.Kemenangan Heat di Auburn Hills ini sekaligus membayar kekalahan mereka di kandang sendiri pada gim pertama. Dwyane Wade kembali tampil sebagai penyumbang poin terbanyak dengan 36 poin.Namun hasil yang diraih Heat tidak semata-mata karena usaha Wade atau Sahaquille O'Neal cs, melainkan lebih banyak karena permainan Pistons yang berantakan karena emosi.Penyebab pecahnya konsentrasi Pistons ialah keputusan wasit yang dinilai berat sebelah. Di kuarter pertama Heat sempat unggul 13-4. Yang menarik ialah 11 poin Heat merupakan hasil free throw.Karena merasa dicurangi wasit, para pemain Pistons menjadi emosional dan tidak fokus. Akibatnya berbagai pelanggaran yang tidak perlu berkali-kali dilakukan pemain Pistons. Ben Wallace, Rasheed Wallace dan Antonio McDyess harus berhenti beramain karena telah mengantongi lima kesalahan.Pada kuarter keempat emosi para pemain Piston seakan tidak terkendali. Rasheed Wallace dan Chauncey Billups berdebat dengan ofisial pertandingan sambil berteriak. Akibatnya keduanya dikenakan technical fouls. Bahkan pelatih Pistons Larry Brown juga ikut bereaksi dengan mengumbar kata-kata sarkasme.Beberapa saat setelah pertandingan selesai, Brown mengakui bahwa kekalahan yang dialami timnya adalah akibat tidak bisa mengendalikan emosi. "Kami seperti kehilangan akal, dan hasilnya kami seperti menjatuhkan diri kami sendiri ke dalam lubang, dan membuang kesempatan untuk menang," ujar Brown, seperti diansir AP, Senin (30/5/2005).Di kuarter pertama Pistons sempat memimpin 24-22 meski Wade bermain gemilang dengan menyumbang 21 poin bagi Heat. Namun di tiga kuarter sisa, Heat bangkit dan selalu unggul hingga menutup pertandingan 113-104.Richard Hamilton menjadi penyumbang angka terbanyak bagi Pistons dengan torehan 33 poin, diikuti Billups dan Tayshaun Prince dengan 18 poin. "Kami terlalu bagus untuk dipermalukan seperti ini. Ini merupakan final wilayah, kami tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi. Kami tidak boleh membiarkan hal kecil mengganggu konsentrasi kami," ujar Richard Hamilton kesal. (lom/)











































