DetikSport
Kamis 23 November 2017, 01:11 WIB

IBL Beri Hukuman Seumur Hidup bagi Pelaku Pengaturan Skor

Mercy Raya - detikSport
IBL Beri Hukuman Seumur Hidup bagi Pelaku Pengaturan Skor Foto: .
Jakarta - Kabar ditetapkannya sembilan orang pelaku pengatur skor di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) sampai ke telinga operator liga. Sanksi seumur hidup dan denda Rp 100 juta pun dijatuhkan.

Delapan pemain Siliwangi yakni Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Noland Surawi, dan Robertus Riza Raharjo, serta satu ofisial Zulhilmi Faturrohman terbukti terlibat suap. Mereka berperan dalam pengaturan skor pada pertandingan IBL 2016/2017.

PB Perbasi telah melayangkan surat hukuman kepada para pemain dari mulai yang paling ringan dua tahun hingga lima tahun. Sanksi tersebut berupa larangan terlibat aktivitas basket di seluruh Indonesia baik sebagai pemain maupun pelatih.

Tak hanya Perbasi, liga rupanya juga mengeluarkan surat keputusan sanksi kepada para tersangka pengaturan skor mulai hari ini. Direktur IBL Hasan Gozali membenarkan hal itu.

"Pastinya kami menyayangkan hal ini bisa terjadi. Namun, kami mencoba tegas dalam menjalankan aturan yang ada. Kami tidak pilih kasih sama sekali. Jika terbukti kami beri sanksi yang lebih tegas," kata Hasan kepada detikSport, Rabu (22/11/2017).

Seperti yang tertuang dalam peraturan IBL Bab 4 Pasal 7 artikel 2 tentang Game Fixing, tertulis apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing, maka ia akan dikenakan sanksi minimal Rp 100 juta dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT Bola Basket Indonesia seumur hidup.

"IBL punya kewenangan itu karena ada di buku peraturan IBL. Ini bukan baru tapi semenjak zaman NBL sudah ada. Bilamana terbukti melakukan pengaturan skor hukumannya memang kejam mereka dijatuhi sanksi larangan seumur hidup. Jadi lebih kejam dari Perbasi," ujarnya.

"Ke depannya tentu kami ingin ini menjadi pelajaran bagi para pemain karena dari kami juga ada sanksi yaitu dilarang main di IBL, main, melatih, seumur hidup," ujar dia lagi.


(mcy/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed