DetikSport
Kamis 23 November 2017, 16:35 WIB

Perbasi Laporkan Skandal Pengaturan Skor di IBL kepada Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
Perbasi Laporkan Skandal Pengaturan Skor di IBL kepada Kemenpora Foto: Luthfy Syahban/detikSport
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) mengambil langkah cepat soal kasus pengaturan skor di Indonesian Basketball League (IBL). Mereka melaporkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Skandal suap mencuat setelah PB Perbasi mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh Pengprov Perbasi tentang sanksi terhadap delapan pemain dan satu ofisial Siliwangi Bandung. Dalam surat bernomor 508/XI/PP/2017 itu mereka dinyatakan melakukan tindakan indisipliner (pengaturan skor) sehingga dikenakan sanksi.

Perbasi mengatakan akan membasmi hingga ke akar kasus tersebut. Bahkan, Perbasi siap jika harus bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Namun sebelum melaporkan kepada kepolisian, Perbasi lebih dulu bakal berkomunikasi dengan Kemenpora.

"Kami sudah melaporkan kepada Kemenpora hari ini. Yang menemui kami Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana. Dari beliau responsnya positif dan mendukung langkah kami memberantas pengaturan skor," kata Ketua PB Perbasi Danny Kosasih ketika ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Rencananya, kata dia, Menpora akan mengundang kembali Perbasi untuk menyusun langkah preventif bersama kepolisian.

"Ya kami menunggu undangan lagi dari Kemenpora terkait langkah berikutnya," katanya.

"Tapi kami tidak tahu apakah delapan pemain dan satu ofisial ini bakal dipanggil lagi untuk mendapat informasi terbaru. Semua tergantung kebutuhan kepolisian karena kami sendiri ranahnya hanya sampai organisasi," dia menjelaskan.

Perbasi Pastikan Pelaku Lebih Dari Sembilan Orang

Selain sudah melaporkan kepada Kemenpora, Perbasi juga terus melakukan penyelidikan internal terkait kemungkinan adanya pemain atau ofisial dari klub lain yang terlibat.

"Indikasi pemain dari klub lain ada, yang mengantri untuk dikenakan sanksi juga ada, tapi kami sampai sekarang belum bisa memutuskan 'oh, ini juga terlibat'. Jumlahnya? Banyak ya karena menyebut satu nama menyambung ke semuanya," kata Danny.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed