Final NBA
Pistons Paksa Gim Ketujuh
Rabu, 22 Jun 2005 12:05 WIB
Jakarta - San Antonio Spurs boleh mencuri poin di kandang Detroit Pistons. Tetapi di gim keenam, Rabu (22/6/2005) pagi WIB, Pistons membalas kekalahannya dengan mencatat kemenangan 95-86.Kemenangan di SBC Center, San Antonio, ini membuat kedudukan sama kuat 3-3. Artinya, kedua tim harus memainkan gim terakhir, tim ketujuh, untuk membuktikan siapa yang pantas menyandang gelar juara NBA musim ini. Janji Rasheed Wallace untuk menebus kesalahannya di gim kelima terbukti. Dua hari lalu forward Pistons ini merasa bersalah karena membiarkan Robert Horry membuat angka penentu kemenangan Spurs di detik terakhir. Kali ini ia menebusnya dengan mematikan gerak Horry dan juga Tim Duncan.Wallace membuat tiga blok dan dua steel serta tambahan 16 poin bagi Pistons. Namun kemenangan tim juara bertahan itu juga dibantu oleh 23 poin dari Richard Hamilton dan 21 poin oleh Chauncey Billups, yang kemudian menjadi penampil terbaik Pistons dengan tambahan enam rebound dan enam assist.Bermain di depan pendukungnya, Spurs menempel ketat perolehan angka Pistons di kuarter awal 23-23. Bahkan di kuarter kedua, tim asuhan Gregg Popovich ini sempat unggul satu poin 47-46.Namun setelah istirahat paruh pertama, permainan Spurs jauh menurun. Manu Ginobili yang mencetak 21 poin, tidak memasukkan satu bola pun di kuarter keempat. Mandulnya Ginobili dan Ducan membuat defends Pistons makin pede. Keunggulan 71-67 di kuarter ketiga, diperbesar di kuarter keempat hingga akhirnya menang 95-86.Kekalahan ini membuat suporter Spurs yang sudah mempersiapkan pesta, terdiam dengan wajah murung. "Banyak orang mengira kami akan habis malam ini... mereka telah mempersiapkan pesta, kristal dan segala kelengkapannya. Tetapi kamilah yang akan merayakannya hari Kamis," ujar Wallace usai pertandingan, seperti dilansir .Sebelum bertanding Pistons memang berusaha mencari hal-hal yang bisa dijadikan pemecut semangat. Saat masih di ruang ganti, forward Darwin Ham berkali-kali menanyakan, "Ada yang mau kristal? Mereka sudah mempersiapkannya empat kardus di ruang ganti mereka." Sepertinya pancingan Ham berhasil membakar emosi rekan-rekannya untuk bermain lebih semangat.Bagi pelatih Pistons, Larry Brown, kemenangan ini menjadi kado yang spesial di pertandingan playoff-nya yang ke-100 sebagai pelatih NBA, yang juga merupakan ketiga terbanyak sepanjang sejarah NBA. Di akhir pertandingan kegembiraan Brown bertambah ketika disalami oleh pesaing yang juga kawan akrabnya, Popovich. Hari Jumat (24/6/2005) lusa, di laga penentuan, kedua tim tentunya sama-sama akan mempersiapkan pesta, meski akhirnya hanya satu tim yang merayakan kemenangan.Foto: Pemain San Antonio Spurs Brent Larry mencoba menghadang tembakan bintang Detroit Pistons Richard Hamilton dalam final NBA gim keenam, Rabu (22/6/2005) pagi WIB (AFP/ Jeff Haynes). (lom/)











































