Ginobili: Saya Bukan Maradona

Ginobili: Saya Bukan Maradona

- Sport
Jumat, 01 Jul 2005 13:25 WIB
Ginobili: Saya Bukan Maradona
Jakarta - Satu kampung halaman dan punya prestasi tak kalah harum tidak membuat pebasket San Antonio Spurs Manu Ginobili merasa pantas disejajarkan dengan legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona.Yup, Ginobili baru saja meraih sukses menyandang predikat bintang baru NBA. Pada pertandingan final 2005 melawan Detroit Pistons, bersama Tim Duncan, ia tampil sangat menonjol untuk membawa timnya menjadi juara.Meskipun Duncan terpilih sebagai MVP final, namun tidak sedikit yang beranggapan bahwa Ginobili-lah yang layak mendapatkan gelar tersebut. Atau paling, tidak mereka dinobatkan sebagai MVP final "kembar".Bertutur mengenai dirinya, pemain yang pada 28 Juli nanti akan berulang tahun ke-28 ini mengungkapkan bahwa bola basket memang sudah mendarah daging pada dirinya. Lahir di kota Bahia Blanca, Ginobili langsung jatuh cinta pada permainan ini.Bagaimana tidak, Bahia Blanca kemungkinan satu-satunya kota di Argentina yang menomorsatukan basket di atas sepakbola. Tak heran, jika ada seorang pebasket Argentina yang sukses di NBA, maka dia akan ditahbiskan sebagai 'pahlawan'.Itulah yang terjadi pada Ginobili. Atas prestasinya bersama Spurs musim ini, namanya kemudian disandingkan dengan Maradona, si maestro sepakbola dari tanah Tango. Banggakah Ginobili disebut "Maradona Baru"? Ia malah menolak predikat tersebut. Alasannya, ia tidak merasa pantas."Sangat mengagumkan apa yang terjadi di Argentina. Namun saya tidak merasa sebagai Maradona Baru," ujar Ginobili di sela-sela event "Basketball Without Borders" seperti dilansir Ticker, Jumat (1/7/2005). Mengawali karir profesionalnya di Italia, pria berzodiak Leo itu mulai berkiprah di pentas NBA pada tahun 2002. Setahun setelah itu nama Ginobili belumlah seharum sekarang, masih di bawah bayang-bayang Tim Duncan.Namun sejak membawa timnas Argentina meraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena, Yunani, permainan Ginobili terus melesat hingga menjadikan Spurs tampil sebagai juara musim ini."Saya gembira mengetahui bahwa pelatih Gregg Popovich dan rekan-rekan setim punya kepercayaan terhadapku. Sebelumnya tugas untuk menang adalah milik Duncan. Tetapi setelah medali emas Olimpiade, Popovich mulai menaruh keyakinan kepadaku," tuturnya. Bersama bintang-bintang NBA yang juga berasal dari Argentina, Andres Nocioni dan Carlos Delfino, Ginobili tampak bersemangat mengikuti "Basketball Without Borders", sebuah coaching clinic yang diprakarsai FIBA, NBA Amerika Latin, Federasi Basket Argentina dan Kementerian Olahraga Argentina.Foto: Manu Ginobili, bintang baru Argentina (AFP Photo/Jeff Haynes) (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads