IBL 2005 Seri 12
Citra Satria Masih Nol Kemenangan
Minggu, 03 Jul 2005 01:18 WIB
Semarang - Citra Satria masih belum berhasil menuai kemenangan di IBL 2005 setelah dalam pertandingan pertamanya di Seri 12 di Semarang, Sabtu (2/7/2005), menelan kekalahan atas Avian Bima Sakti 57-79.Dari 17 pertandingan yang telah berlangsung sejak putaran pertama, skuad besutan Ade Bella Harahap itu belum sekalipun menuai kemenangan dan terbenam di dasar klasemen.Sebaliknya, kemenangan atas Citra Satria membuat Avian Bima Sakti terdongkak posisinya ke peringkat keenam. Anak-anak asal kota Malang ini memiliki rekor pertandingan 7-10, dan mengungguli CLS Good Day yang tergeser ke posisi ketujuh.Dikatakan asisten pelatih Bima Sakti Oei A Kiat, pihaknya memang menargetkan kemenangan atas Citra Satria. Pasalnya mereka mengharapkan berada di posisi enam besar di akhir klasemen."Untuk ke depan kami ingin mempertahankan ranking 6. Sekarang karena sudah menang, maka kalaupun kalah di dua pertandingan terakhir, kami masih akan berakhir di peringkat 6 atau 7," tukasnya.Di GOR Sahabat, Sabtu (2/7/2005), Bima Sakti masih terlalu tangguh buat Citra Satria yang tidak diperkuat oleh kartu as-nya Marlon Adirangga. Sejak kuarter pertama, Andrie "Yayan" Ekayana cs selalu mampu mengungguli lawannya.Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan Bima Saktu 13-21. Di kuarter berikutnya, Bima Sakti menambah perolehan angkanya menjadi 44, sementara Citra Satria 30 angka.Usai jeda, Citra Satria mampu memberikan perlawanan yang lebih berarti. Defense yang dilakukan berjalan lebih efektif. Total 12 rebound dibukukan Citra Satria. Demikian halnya dengan offense, Citra Satria juga mampu melesakkan 18 angka, berbanding 16 angka yang dicetak Bima Sakti.Tapi keunggulan di dua kuarter sebelumnya membuat skor Bima Sakti sulit dikejar. Bima Sakti akhirnya menutup pertandingan dengan skor akhir 79-57.Sama seperti partai pertama antara Kalila vs Angsapura Saniar, pada pertandingan kedua ini listrik kembali padam, tepatnya di kuarter pertama. Ketika hal ini ditanyakan kepada pihak IBL, mereka mengatakan itu merupakan tanggung jawab panitia lokal."Kami tidak bisa berbuat apa-apa. IBL sudah membantu dengan menyediakan genset, tetapi genset juga memerlukan waktu supaya panas," terang direktur IBL Agus Mauro kepada detiksport.Untung, masalah listrik padam tidak mengurangi atraksi para pemain dari kedua kubu. Meski penonton sedikit berkurang dari pertandingan pertama, hingga pertandingan berakhir, GOR masih dipadati 1000-an penonton. (a2s/)











































