IBL 2005 Seri 12
Listrik Padam, Tapi Fans Antusias
Senin, 04 Jul 2005 13:19 WIB
Semarang - Panitia menyambut gembira antusiasme fans Semarang menyaksikan kompetisi IBL 2005 Seri 12 di kota tersebut. Sayang, beberapa kali lampu di dalam GOR Sahabat padam.Gangguan teknis itu terjadi di hari pertama, Sabtu (2/7/2005), di mana dua kali lampu mati saat pertandingan berlangsung. Hal ini tentu saja cukup mengganggu kenyamanan para penonton. Mengenai hal ini panitia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasinya karena terjadi di luar kekuasaan mereka. "Listrik padam karena MCP tidak kuat menanggung beban listik pada saat itu sehingga anjlok. Itu bisa terjadi karena IBL tidak memberi tahu dengan spesifik daya yang diperlukan untuk menggelar event ini. Mereka cuma bilang 30.000 (watt) lebih. Nah kami sudah sediakan 33.000 watt tapi ternyata belum cukup juga," tutur ketua panitia Yusuf Laymena kepada Detiksport.Di luar kendala listrik, secara umum Yusuf menilai perhelatan di Kota Bandeng itu berjalan sukses. Hal ini dapat dilihat dari tingginya animo penonton menyaksikan kompetisi ini."Acara ini berlangsung dengan sukses, mengingat Semarang baru kali ini menggelar IBL. Kalau Kobatama atau Kobanita sih sudah pernah, tapi baru sekarang diberi kepercayaan menggelar ajang kompetisi yang lebih besar lagi," papar Yusuf.Meski baru kali ini digelar, animo publik Semarang untuk menyaksikan aksi Kalila, Angsapura Sania, Avian Bima Sakti dan Citra Satria ternyata cukup tinggi. Dalam dua hari penyelenggaraan GOR Sahabat yang berkapasitas 1500 penonton hampir selalu penuh.Karena masih adanya kekurangan di sana sini, panitia berharap tahun depan IBL masih mempercayakan kota Semarang sebagai salah satu tuan rumah IBL. Apalagi mereka telah membuktikan kalau penyelenggaraan tahun ini berjalan baik."Tahun depan kami targetkan menggelar IBL, Kobatama dan Kobanita. Tanggal 25 Juli ini kami akan menjadi tuan rumah final four kobanita," tambah Yusuf. (a2s/)











































