DetikSport
Selasa 10 April 2018, 00:02 WIB

Kembali Bertemu Satria Muda di Final, Pelita Jaya Fokus Benahi Kekurangan

Mercy Raya - detikSport
Kembali Bertemu Satria Muda di Final, Pelita Jaya Fokus Benahi Kekurangan Pelita Jaya fokus membenahi kekurangan jelang final Indonesian Basketball League (Foto: Dok. IBL)
Jakarta - Pelita Jaya Jakarta kembali menghadapi Satria Muda pada laga final Indonesian Basketball League (IBL) 2018. Tim asuhan Johannis Winar itu fokus membenahi kekurangan.

Partai puncak IBL akan digelar dengan format best of three. Game pertama akan digelar di kandang Satria Muda, Britama Arena, pada 19 April 2018. Game kedua akan dilangsungkan di homebase Pelita Jaya pada 21 April. Partai ketiga, jika diperlukan, akan digelar pada 22 April.

Pertandingan final ini adalah ulangan final IBL 2017 dan Perbasi Cup. Dalam dua kesempatan tersebut, Pelita Jaya sukses mengatasi Satria Muda.


Pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar, mengatakan, timnya belum latihan untuk pertandingan final nanti. Namun, Pelita Jaya akan lebih fokus memperbaiki permainan mereka.

"Kami baru latihan lagi lusa depan karena baru selesai tanding semalam melawan Stapac Jakarta. Tapi untuk persiapan melawan Satria Muda, mungkin yang harus dipelajari adalah game dari Stapac kemarin, apa yang kami pikir kurang bagus dirapikan lagi itu yang paling penting," kata Johannis kepada detikSport, Senin (9/4/2018).

"Sebab, menurut hemat saya, daripada memikirkan Satria Muda lebih baik kami merapikan sistem permainan kami. Bisa dilihat saat melawan Stapac kami banyak melakukan 20 kali turnover. Jadi kenapa bisa terjadi seperti itu. Nah itu yang akan kami evaluasi lagi," ucapnya.

Johannis melanjutkan, dalam pertandingan melawan Satria Muda nanti timnya tak akan mengubah strategi hanya karena sudah terbaca lawan.

"Jadi bukan masalah Satria Muda sudah tahu kemudian kami harus ubah strategi. Kami perhatikan apa yang sudah kami punya dan maksimalkan," ujarnya.

"Kami juga tak melihat apakah Satria Muda punya waktu lebih banyak untuk latihan sehingga menjadikan itu sebuah keuntungan. Kami tak melihat faktor itu, tapi bagaimana kami merapikan sistem kami. Apa yang kami pikir kurang bagus," tutur Johannis.


(mcy/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed