detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 24 Apr 2018 12:17 WIB

Ini Evaluasi Pelita Jaya Usai jadi Runner-up IBL

Mercy Raya - detikSport
Xaverius Prawiro belum tergantikan di Pellita Jaya. (istimewa) Xaverius Prawiro belum tergantikan di Pellita Jaya. (istimewa)
Jakarta - Pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar, mengungkapkan kebutuhan tim usai gagal juara di Indonesian Baskeball League (IBL) 2017/2018. Apa saja?

Pelita Jaya sempat mencuri kemenangan dalam final IBL setelah tertinggal 0-1 oleh Satria Muda. Tapi, mereka harus mengakui ketangguhan SM di akhir laga dan melepaskan gelar juara.

Xaverius Prawiro dkk. kandas 64-69 dari Satria Muda pada game ketiga final IBL yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Minggu (22/4/2018) malam. Pelita kalah agregat 1-2.

Johannis mengakui keunggulan rival timnya tersebut. Dari hasil evaluasi awal, dia menyebut anak didiknya kelelahan. Selain itu, tim belum seutuhnya sempurna.

Pelatih Pelita Jaya Johannis WInarPelatih Pelita Jaya Johannis WInar Foto: dok. IBL


Agar komposisi tim lebih komplet, pelatih yang akrab disapa Ahang itu, akan menambah pemain dengan posisi poin guard murni. Menurutnya, ini penting untuk mengarungi kompetisi basket musim depan.

"Tetap kami perlu ball handle yang bagus. Solid poin guard. Kan tidak bisa kita mengandalkan Wayne Lyndon Bradford (pemain asing Pelita Jaya) saja," kata Johannis.

"Padahal jika melihat Satria Muda, mereka punya tiga loh yang bisa bawa bola, yaitu Arki Dikania Wisnu, Hardianus, dan Jammarr Andre Johnson," dia menambahkan.

Selama ini, Pelita mengandalkan dua pemain kenyang pengalaman, Xaverius dan Andrie Ekayana. Tapi Xaverius sejatinya bukan murni poin guard seperti Arki (Satria Muda).

"Perbedaannya di sana. Kami juga punya pemain muda yang murni poin guard tapi kan tidak bisa di level permainan sekarang gambling untuk pemain muda. Apalagi jika bicara level final," dia mengungkapkan.

Masih dibutuhkannya pemain poin guard murni berpengalaman, semakin memperkuat kabar Andakara Prastawa yang akan merapat ke Pelita Jaya pada musim depan IBL. Soal itu, Johannis menolak berkomentar.

"Saya masih belum tahu tentang hal itu. Itu kan nanti ada direktur operasional. Dia mau cari pemain atau apa, dia berhubungan dengan manajemen. Tapi mungkin setelah 3 hari ke depan kami akan evaluasi," ungkap Johannis.

"Jujur saya (juga) tidak tahu (soal pemain yang habis masa kontraknya) dan tak ada akses ke sana. Itu semua manajemen yang tahu. Memang pelatih harus tahu. Tapi mereka (manajemen) punya planning lalu disesuaikan dengan kebutuhan tim. Tidak apa-apa jika akhirnya mereka ingin ambil pemain A, B, C, atau D. Tapi nanti kan dirapatkan lagi," ujarnya.

Maksimalkan Pemain Muda

Selain tambah amunisi, Johannis akan memaksimalkan pemain muda untuk mengarungi kompetisi basket musim depan.

"Ya itu akan kami lihat dari kedalaman pemain pelapis kami. Ini akan menjadi bahan evaluasi. Dengan game final seperti kemarin memang kami hanya bisa bermain 8 atau 9 orang. Artinya ke depan memang harus bisa lebih baik lagi," Johannis menjelaskan.

"Untuk regenerasi kan kami masih ada Reggie William M. dan lainnya," dia menambahkan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed