DetikSport
Rabu 15 Agustus 2018, 01:46 WIB

Prastawa Akui Keunggulan Korsel

Randy Prasatya - detikSport
Prastawa Akui Keunggulan Korsel Timnas basket putra Indonesia dikalahkan Korea Selatan di laga perdana Grup A Asian Games 2018 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Andakara Prastawa Dhyaksa mengakui bahwa tim basket Indonesia main kurang oke saat kalah dari Korea Selatan. Timnya pun harus belajar dari permainan Korsel.

Tim basket putra Indonesia menghadapi Korsel di Hall Basket, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (14/8/2018), dalam laga perdananya di Grup A Asian Games 2018. Indonesia kalah telak 65-104.

Di laga ini, cuma ada dua pemain Indonesia yang mampu mencetak poin sebanyak dua digit, yakni Prastawa dengan 20 poin dan diikuti oleh Jamarr Andre Johnson dengan 16 poin.


Sementara itu, Korsel punya enam pemain yang mencatat poin dua digit. Ricardo Preston Ratliffe jadi penyumbang angka terbanyak dengan 30 poin.

"Ya, seperti yang sudah kami duga, mereka memang kuat. Kami harus belajar dari mereka. Korsel bagus shooting-nya dan punya pemain yang besar juga. Kami kena di dalam dan di luar juga," kata Prastawa kepada pewarta di mixed zone.

"Ada beberapa yang kurang oke dari kami. Offensive kami oke-oke saja tadi, tapi pas di defense agak keteteran. Kami juga tadi banyak ragu-ragu, tapi itu bukan alasan yang pasti kami harus lebih baik lagi dari ini," sambung pemain Pelita Jaya itu.

Di laga selanjutnya Indonesia bakal bertemu dengan Thailand pada 20 Agustus mendatang. Indonesia akan coba mempelajari lawan lewat rekaman video.

"Tadi tim pelatih sudah memantau (Thailand) juga. Masih ada enam hari lagi untuk lawan Thailand. Kami akan tonton video mereka. Belum ada omongan, tapi yang pasti selepas dari sini kami bakal pemulihan dulu setelah itu baru fokus untuk lawan Thailand," tambah pemain bernomor punggung 7 itu.


(ran/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed