detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 13 Okt 2018 18:25 WIB

Hari Terakhir Asian Para Games, Panpel: Semoga Tutup Buku dengan Baik

Mercy Raya - detikSport
Foto: M. Nurali/INAPGOC Foto: M. Nurali/INAPGOC
Jakarta - Ketua Panitia Pelaksana (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari, berharap Asian Para Games 2018 dikenang dengan cara istimewa. Dari sisi atlet ataupun penyelenggaraan.

Asian Para Games 2018 sudah dimulai sejak Sabtu (6/10) dan akan berakhir hari ini, Sabtu (13/10). Pesta olaghraga untuk atlet disabilitas itu memanggungkan 18 cabang olahraga di sejumlah titik di Gelora Bung Karno, Senayan, Sentul hingga Jawa Barat.

Kontingen Indonesia melampui target dari yang dipatok pemerintah yakni lima Asia dengan perolehan 37 medali emas. Padahal, sebelumnya ditarget finis di delapan besar Asia dengan minimal meraih 16 medali emas.




Kini, dalam hitungan jam multievent penyandang disabilitas negara-negara Asia akan resmi ditutup. Oktohari menyampaikan sejumlah hal.

"Di awal-awal pasti ada banyak tantangan, tapi semakin ke sini, tantangannya semakin berkurang dan terjawab dengan sebuah kinerja yang luar biasa dari semua, termasuk dari kerja sama APC. Kami bersyukur semua tantangan itu bisa kita lewati bersama. Waktunya 15 bulan, efektifnya 11 bulan, untuk menyiapkan dan melaksanakan Asian Para Games 2018," kata Okto membuka evaluasi sementaranya.

"Secara pribadi, saya sangat bangga dengan seluruh anggota komite, stakeholder, dan semua pihak yang mendukung Asian Para Games. Kami berusaha untuk jadi Asian Para Games yang terbaik," ujar dia.

"Sebentar lagi kami akan menyelesaikan semua pertandingan. Alhamdulillah dari prestasi juga kami bisa menyelesaikan dengan baik, meleset dari target, ke atas. Tadi pagi juga kami sudah diterima Pak Presiden di Istana Bogor. Tercatat per hari ini, sejak dimulai tanggal 6 sampai 13, lebih dari 450 ribu orang yang datang ke Asian Para Games 2018."




"Pada hari pertama dan kedua, kita dapat banyak komplain karena katanya Asian Para Games banyak bangku kosong, tapi di hari kedua dan ketiga, komplainnya karena susah dapat tiket karena dipenuhi masyarakat," ujar dia.

"Yang tak kalah penting adalah legacy secara fisik. Kita punya banyak sekali, salah satunya adalah Momo. Teman-teman pasti sudah tahu, sampai saat ini antrian di store kita panjangnya luar biasa. Ini mendapat apresiasi dari masyarakat, animo yang besar," dia mengungkapkan.

Melalui Asian Para Games, kita jadi bisa kenal dengan profil-profil para atlet dan pertandingannya. Kita banyak mendapatkan hal baru dari dunia Para Games. Memberikan semangat dan inspirasi luar biasa," dia menegaskan.

Kendati Asian Para Games resmi kelar Sabtu (13/10/2018), kerja dan tugas INAPGOC lantas selesai. Mereka diminta untuk menyelesaikan administrasi.

"Kami harus bisa memastikan secara administrasi Asian Para Games ini bisa tutup buku dengan baik," dia mengharapkan.




(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed