detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 19 Mar 2019 17:30 WIB

Final IBL 2019: Laga Klasik Stapac dan Satria Muda

Mercy Raya - detikSport
Konferensi pers menjelang final IBL Stapac versus Satria Muda. (dok. IBL) Konferensi pers menjelang final IBL Stapac versus Satria Muda. (dok. IBL)
Jakarta - Kompetisi bola basket nasional, Indonesian Basketball League (IBL) 2019, memasuki partai puncak. Babak final menyajikan laga klasik, duel Stapac Jakarta dengan Satria Muda.

Menggunakan sistem best of three, Satria Muda menjadi tuan rumah lebih dulu. Mereka menjamu Stapac di Britama Arena, Kelapa Gading, Kamis (21/3), kemudian Stapac gantian menjadi tuan rumah di GOR C'Tra Arena Bandung pada laga kedua pada Sabtu (23/3).

Jika hasil imbang, laga ketiga dilanjutkan di Bandung. Stapac bisa kembali memanfaatkan kandang setelah mengakhiri musim reguler dengan posisi lebih sip.


"IBL sudah sampai partai puncak. Dua tim terbaik akan berebut gelar dan ini bukan hanya memperebutkan juara tapi akan tersaji sebuah laga klasik," kata Direktur IBL, Hasan Gozali, dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Selasa (19/3/2019).

Ya, duel itu merupakan duel dua kekuatan tradisional. Laga itu akan menjadi final ke-11 Stapac (dulu Aspac) dan Staria Muda.

Dalam laga-laga sebelumnya, dua tim itu cukup imbang 5-5. Satria Muda keluar sebagai juara setelah mengalahkan Stapac pada 2004, 2006, 2007, 2009, dan 2011-2012. Kemudian, Stapac meraih menjadi kampiun IBL dalam final melawan Satria Muda pada 2001, 2002, 2003, 2005, 2013-2014.

"Sudah hampir 20 tahun terakhir mereka bertemu dan tahun ini merupakan yang ke-11. Status mereka masing-masing imbang, lima kali menang dan kalah. Bisa dibilang ini menjadi rivalitas yang paling membara di dunia perbasketan ini. Good luck untuk kedua tim," ujar Hasan.

Direktru IBL Hasan Gozali Direktru IBL Hasan Gozali (dok. IBL)

Vice President Satria Muda, Rony Gunawan, mengatakan duel itu sangat berarti untuk timnya. Maka, tak heran persiapan yang dilakukan pun ekstra fokus.

"Ini sangat berarti. Satria Muda melawan Stapac harus dengan persiapan ekstra fokus dan mental lebih. Stapac punya pemainan cepat dan three poinnya bagus, kami (Satria Muda) dengan big man, dan top defencenya, jadi pasti bakal seru nanti di final ini," kata mantan pemain nasional ini dalam kesempatan sama.

Bos Stapac, Irawan Haryono, akan mewaspadai keunggulan Satria Muda. Tapi, mereka juga memiliki keunggulan untuk menjadi juara IBL musim ini.

"Satria Muda memang menjadi tim susah dihadapi. Tapi semua tahu di dalam IBL ini yang menggunakan pelatih asing hanya kami dan pertama kali dari Eropa Timur, Lithuania. Saya sudah 4 tahun belum pernah final. Baru kali ini semoga tahun ini kami sukses," pria yang karib disapa Kim Hong itu berharap.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com