detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 20 Mar 2019 00:41 WIB

Juara di Depan Mata, Stapac Berambisi Robohkan Tradisi di Final IBL

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok. IBL Foto: dok. IBL
Jakarta - Stapac Jakarta berambisi untuk menjadi juara Indonesian Basketball League (IBL) 2019. Mereka bertekad untuk mematahkan mitos tradisi runner-up.

Stapac sampai di partai puncak setelah mengalahkan Pasific Caesar Surabaya di Semifinal 2-0. Laju Stapac di babak reguler amat meyakinkan. Dari 18 laga pertandingan, tim asuhan Giedrius Zibenas itu hanya mendapatkan satu kali kekalahan dari Bogor Siliwangi dengan skor 61-52.

Tapi, Stapac wajib berhati-hati di baba final. Merujuk pada hasil musim-musim sebelumnya, tim yang juara di reguler season tak menuai hasil bagus di final.

Sebagai contoh, Satria Muda yang mendominasi di musim reguler 2016-2017 malah kalah di tangan Pelita Jaya pada laga final IBL. Begitu pula, Pelita Jaya. Ketika difavoritkan juara dan bagus di reguler, justru keok tangan Satria Muda di final IBl 2018.

Kapten Stapac, Oki Wira Sanjaya, tertantang untuk memutus tradisi itu. Lagipula, dia berharap melanjutkan kemenangan atas Satria Muda di final IBL 2014.

"Saya ingin mematahkan mitos itu. Tahun ini kami, banyak berkorban. Belakangan, kami juga jarang ke final makanya kami ingin juara," kata Oki di Kawasan Kebayoran Baru, Selasa (19/3/2019).

"Saya target 2-0 untuk final nanti," Oki berkelakar.

Tapi, target Oki langsung disamber oleh pemain andalan Satria Muda Arki Dikania Wisnu, yang juga hadir dalam jumpa pers final IBL 2019.

"2-0 maksudnya kemenangan untuk Satria Muda," Arki menimpali yang kemudian disambut tawa kedua tim.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com