detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 28 Mei 2019 15:35 WIB

One on One

'Pembuktian Anak Yang Terbuang' Curhatan Sandy, Kapten CLS, yang Viral Itu

Mercy Raya - detikSport
Sandy Febiansyakh curhat sebagai anak yang hilang di akun Instagram.  (Agung Pambudhy/detikSport) Sandy Febiansyakh curhat sebagai anak yang hilang di akun Instagram. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Kapten CLS Knights Indonesia, Sandy Febiansyakh, usai juara ASEAN Basketball League (ABL) 2018/2019 di Instagram bikin heboh. Dia menyebut dirinya sebagai anak yang terbuang.

Menutup ABL musim ini, CLS berhasil meraih trofi juara usai mengalahkan Singapore Slingers 3-2 dalam final series best of five. Pada gim kelima final yang berlangsung di OCBC Arena, Singapura, pada 15 Mei 2019, CLS berhasil menang tipis atas Singapore Slingers 84-81.

Kemenangan itu dipersembahkan Sandy kepada publik Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia. Sandy juga mengungkapkan curahan hatinya tepat setelah merengkuh gelar juara ABL lewat Instagram.

Tonton juga video One on One Kapten CLS Knights: Cerita di Balik Juara ABL 2019:

[Gambas:Video 20detik]


Shooting guard kelahiran Pontianak pada 19 Februari 1986 itu menyatakan sebuah curhatan hingga CLS yang 'terpaksa' bermain di ABL setelah tak bisa lagi tampil di Indonesia Basketball League (IBL). Dengan badan hukum yayasan, CLS gagal memenuhi syarat dari operator agar seluruh kontestan IBL berbentuk Perseroan Teratas (PT).


Berikut curhat Sandy yang dikutip detikSport dari Instagram @sandykusuma:

[Gambas:Instagram]

"Berpuluhan tahun kita bermain di Tempat Bermain yang sama, namun beberapa tahun lalu kita tak bisa bermain karena kita hanyalah anak YAYASAN.

Anak yayasan pun mencari tempat bermain yang jauh demi untuk tetap bisa "Bermain".

Tak semudah itu untuk bermain di tempat yang baru, namanya juga anak baru. Banyak sekali dukungan dan tak sedikit pun celaan yg menusuk. Tapi anak yayasan masi terus bermain, menunjukkan kalo anak YAYASAN tetap bisa bermain.

Kita bermain di tempat yg sangat luas, luas akan aturan, luas akan budaya, luas perbedaan dll. Adaptasi tak mudah bagi anak YAYASAN, tapi mereka terus belajar.

Kita berasal dari rumah ( Surabaya, Indonesia ) yang tampak tenang dari luar sana. Rumah kita banyak konflik, banyak guncangan didalam rumah kita, bahkan kita di adu domba ole isu isu untuk sebuah kepentingan. Tapi anak YAYASAN tetap menunjukkan mereka bisa Satu untuk bermain.

2 tahun sudah kita bermain di tempat ini. Dan sebuah pembuktian dari proses anak yayasan yang terbuang berbuahkan Permata.

Di tahun ini anak YAYASAN bisa merubah rumah kita menjadi sorotan dunia luar, dimana Basket Indonesia bisa menggemparkan. Sebuah langkah besar untuk kemajuan tempat bermain.

Terima kasih semua Keluargaku (@clsknights @knightssociety Ultras Dan semua warga dimanapun yg membuat angker rumah kita ) yang selalu menjaga Rumah kita dari luar maupun dalam.

Untuk keluarga yang diluar sana bermimpi untuk bermain, jangan lah cuma bermimpi karena mimpi itu hanya ada di balik bantal. Berjuanglah berlatihlah jangan mau untuk berhenti untuk bisa bermain.

Kalian Luar Biasa. Hormat untuk kalian semua.
Dari saya "Sandy Febiansyakh Kurniawan" salah satu anak yayasan.

Ini untuk Surabaya, JawaTimur, Indonesia.
Juara Bagi Indonesia.
Juara ABL 2018-19

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com