detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 31 Mei 2019 16:25 WIB

IBL Akui Teledor Hingga Bogor Siliwangi Sisakan Tunggakan Gaji Pemain

Femi Diah - detikSport
Bogor Siliwangi saat menghadapi Pacific Caesar di IBL 2019. (dok.IBL Indonesia) Bogor Siliwangi saat menghadapi Pacific Caesar di IBL 2019. (dok.IBL Indonesia)
Jakarta - Operator Indonesia Basketball League (IBL) mengakui keteledoran dalam seleksi tim kontestan musim 2019 hingga Bogor Siliwangi menyisakan tunggakan gaji pemain. Mereka berjanji lebih selektif.

Bogor Siliwangi merupakan pendatang baru di IBL setelah kepemilikan berganti dari PT Bandung Utama Raya ke PT Neosport Maung Indonesia pada 2017. Tapi, baru bermain satu musim, klub tersebut gagal memenuhi kewajiban finansial.

"Mereka masih menunggak gaji pemain dengan durasi bervariatif, ada yang dua bulan, ada yang sampai delapan bulan. Bahkan, kewajiban kepada pemilik lama juga belum lunas," kata Direktur IBL, Hasan Gozali, Jumat (31/5/2019).


Hasan terkejut dengan situasi itu. Dia tak menyangka IBL bakal kecolongan dan meloloskan Bogor Siliwangi sebagai kontestan IBL musim 2019.

Direktur IBL, Hasan GozaliDirektur IBL, Hasan Gozali (Femi Diah/detikSport)


Memang, operator IBL tak memiliki aturan detail soal kesehatan keuangan klub. Operator juga tak memberlakukan aturan deposit seperti saat awal bergulirnya IBL.

"Saya akui ini sebuah keteledoran dari operator. Ini pelajaran bagi kami," ujar dia.

IBL Cari Klub Pengganti

Sebagai sanksi, operator tak akan memberikan tempat kepada Bogor Siliwangi di IBL musim depan. Menurut Hasan, beberapa klub berminat untuk menggantikan Bogor Siliwangi.

Merujuk dari kasus Bogor Siliwnagi, IBL akan lebih selektif. Mereka tak ambisius untuk kembali memutar IBL dengan 12 tim, cukup sembilan klub seperti musim lalu.

"Ada beberapa ketertarikan, tapi saya tak bisa bilang siapa. Ada tiga hingga empat klub. Kami akan seleksi, kami akan ambil satu dulu. Semuanya bukan saja berasal dari klub amatir, tapi ada juga dari klub pribadi. Ada ketertarikan, tapi saya belum sempat ngobrol dengan mereka," ujar Hasan.

"Dalam waktu singkat ini, saya pasti akan ngobrol dengan klub itu satu-persatu. Pasti akan ada evaluasi terhadap tim yang tertarik ini. Intinya, kami tak mau kecolongan lagi. Kami ingin lebih detaillah soal finansial, komitmen mereka, ya kalau bisa visinya sama, kalau tidak ya percuma," kata dia.

"Kami ingin liganya stabil lebih dulu, baru kami ngomong tambah jumlah klub," dia menegaskan.

(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed