detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 01 Jun 2019 14:05 WIB

Sandy Febiansyakh Mengenang Manis Pahit Bermain di IBL

Mercy Raya - detikSport
Sandy febiansyah merayakan sukses CLS Knights di ABL 2019. (dok. CLS) Sandy febiansyah merayakan sukses CLS Knights di ABL 2019. (dok. CLS)
Jakarta - Sandy Febiansyakh tak lagi bermain di Indonesia Basketball League (IBL) setelah Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights terganjal lisensi klub. Dia menyimpan kenangan manis dan pahit dalam ingatan.

Sandy sudah sejak remaja bergabung dengan CLS. Petualangannya dengan klub basket Surabaya itu naik level pada 2016.

"Saya ikut rookie IBL gelombang kedua di tahun 2006. Pertama, bangga karena bisa main di liga pro. Saya seangkatan dengan Christian Ronaldo Sitepu (mantan pemain Satria Muda), saya camp bareng, waktu itu dipanggil nama CLS," kata Sandy dalam wawancara dengan detikSport.


"Tahun pertama, saya hanya main berapa menit,'Oh ya enggak apa-apa'. Mungkin karena tahun pertama. Ternyata, mindset itu salah, seharusnya tidak bisa seperti itu. Seharusnya berpikir,'Kemarin mainnya tak lama, berarti ada yang kurang di latihan'. Bukannya membaik, tapi saya justru pernah enggak dipakai dua musim," ujar Sandy.


Tonton juga video One on One Kapten CLS Knights: Cerita di Balik Juara ABL 2019:

[Gambas:Video 20detik]



Jalan terang terbuka bagi Sandy saat CLS mendapatkan investor baru dan berganti nama menjadi CLS Knights. Di saat bersamaan, sejumlah pemain senior CLS memutuskan untuk pensiun.

"Saat itu saya sampai berpikir, pindah klub atau cabut dari basket? Tapi, dari selama berpikir itu, saya latihan-latihan. Begitu ada transisi klub segala macam, mungkin pelatih mau coba saya dulu. Dari situ saya buktikan oh saya layak untuk main," dia menuturkan.

"Setelah itu saya mendapat kesempatan lebih banyak main. Dan, saat itu, setelah transisi, untuk pertama kalinya CLS bisa masuk final NBL (IBL sempat berganti nama menjadi NBL dengan pergantian operator)," ujar Sandy.

Malah di tahun 2016, CLS Knights keluar sebagai juara. Sandy menjadi salah satu pemain langganan starter musim itu.

Tapi, dua musim terakhir, CLS tak bisa tampil di IBL. CLS yang disokong oleh yayasan tak memenuhi kriteria badan hukum IBl berupa Perseroan Terbatas (PT). Tak bisa bermain di kompetisi domestik, CLS tampil di ASEAN Basketball League (ABL). Kurang sip pada musim pertama, mereka berhasil menjadi juara pada musim kedua di ABL 2018/2019. Sandy berperan sebagai kapten CLS di sukses tersebut.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed