detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Agu 2019 00:35 WIB

Perbasi Ingin Semua Pihak Bijak Tanggapi Pemanggilan Pemain IBL ke Timnas

Randy Prasatya - detikSport
Timnas Basket Indonesia sudah bersiap untuk menatap event besar. (Foto: Agung Pambudhy) Timnas Basket Indonesia sudah bersiap untuk menatap event besar. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, mengharapkan semua tim IBL bijaksana menanggapi pemanggilan pemain ke Tim Nasional. Hal ini tak lepas demi memajukan basket Indonesia.

Stapac mewacanakan untuk mundur dari IBL musim depan. Keputusan mundur Stapac tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Utama IBL Indonesia, Junas Miradiarsyah, pada Jumat (16/8/2019).

Stapac beralasan tak memiliki skuat komplet untuk tampil di IBL. Sebab, beberapa pemain dipanggil pemusatan latihan untuk SEA Games 2019 dan FIBA World Cup 2023. Para pemain itu diperkirakan akan berada di timnas dua sampai empat tahun.

Stapac, selaku juara IBL 2018/2019, pemainnya banyak ditarik ke timnas. Namun, tim ini bukan satu-satunya yang menyumbang pemain ke timnas.


Terkait polemik ini Perbasi berharap semua pihak berpikir jernih. Dia berharap adanya diskusi untuk mencari jalan keluar.

"Saya berharap semua pihak dapat memikirkan kepentingan prestasi basket nasional, mari kita diskusikan dan mencari jalan yang terbaik bagi semua pihak," kata Danny dalam rilis yang diterima detikSport.

"Program Timnas menuju 2023 tidak lepas dari pantauan FIBA yang sangat concern akan kualitas Timnas Indonesia agar layak berkompetisi di kejuaraan dunia 2023. Kami bangsa Indonesia bersama Filipina dan Jepang akan menjadi tuan rumah. Nah, untuk dapat berkompetisi di 2023, FIBA mensyaratkan Timnas indonesia dapat lolos di FIBA Asia Cup 2021 dan bisa menduduki posisi 10 besar Asia," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Tim Nasional PP Perbasi, Syailendra Bakrie menyampaikan pembetukan tim dengan jangka pemusatan latihan yang panjang dilakukan demi mengumpulkan para pemain terbaik. Hal itu dilakukan agar peluang lolos pada kualifikasi FIBA Asia Cup lebih terbuka lebar.


"Agar dapat mempunyai kesempatan yang kuat untuk lolos pada kualifikasi FIBA Asia Cup ini kami harus mengumpulkan pemain terbaik Indonesia dalam Pelatnas jangka panjang. Sebab, waktu persiapan Timnas sangat pendek yakni kurang dari 6 bulan. Kami sudah proyeksikan Timnas akan bermain dalam 1 tim di beberapa kejuaraan Internasional dan kompetisi IBL," ujar Syailendra Bakrie.

"Kami menyerahkan pemilihan pemain sepenuhnya kepada Coach Rajiko Toroman untuk membentuk Timnas terbaik, tanpa intervensi dari pihak manapun," tegas Syailendra.

Pemain Stapac, Rizky Effendi, juga sudah bersuara terkait rencana klub. Dia berharap klubnya tak serius untuk mundur dari IBL 2019/2020.




Simak Video "Iwan Bule Bakar Semangat Timnas Jelang Lawan Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com