detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 30 Sep 2019 16:40 WIB

Penjelasan Timnas yang Tak Punya PT Bisa Gabung IBL

Femi Diah - detikSport
Timnas basket berlatih di Jakarta. (Agung Pambudhy/detikSport) Timnas basket berlatih di Jakarta. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Tim nasional basket Indonesia memanfaatkan Indonesian Basketball League (IBL) 2020 untuk menggodok persiapan ke Kualifikasi FIBA Asia 2020. Bisakah tanpa badan hukum?

IBL 2020 bergulir mulai 10 Januari hingga 19 April. Timnas akan menjadi salah satu peserta dalam liga basket paling bergengsi tanah Air itu, namun khusus di babak reguler, seri pertama hingga kedelapan.

Berkaca kasus CLS Knights yang tak bisa menjadi kontestan IBL karena tak berbadan hukum, keikutsertaan Timnas dalam liga dipertanyakan. Dengan memiliki PT sebuah klub dinilai bisa mengelola manajemen secara profesional, secara finansial siap dengan kewajibannya, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya terhadap kewajiban kepada pemain.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menjelaskan lolosnya Timnas menjadi peserta liga, meskipun tak berbadan hukum. Selain karena ada tujuan khusus, IBL juga optimistis Perbasi tak akan mengalami masalah keuangan di kemudian hari hingga klub berhenti di tengah musim.


Tujuan khusus itu, disebut Junas, untuk memberikan atmosfer kompetisi terhadap Timnas yang ditunggu Kualifikasi FIBA Asia 2020 sebagai upaya lolos Piala Dunia Basket 2023. Di tahun itu, Indonesia menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang.

"Timnas memang ada tujuan yang perlu didukung, pertama kepentingan nasional. Agar kita enggak menjadi penonton di rumah sendiri saat Piala Dunia 2023, upayanya sudah harus dimulai sejak Kualifikasi Piala Asia 2020," kata Junas yang dihubungi detikSport, Senin (30/9/2019).

"Kedua, Timnas sendiri programnya di bawah BTN, di bawah Perbasi, nah Perbasi sendiri sebagai badan yang melegitimasi Timnas. Enggak mungkin Timnas bubar, kami minta surat ke Perbasi sebagai jaminan," ujar Junas.

Lagipula, Junas menilai ada imbas positif terhadap IBL dengan bergabungnya Timnas. Utamanya, terhadap antusiasme penonton.

"Ini pernah dilakukan di negara lain. Timnas main di liga, peta persaingan berubah dan itu menaikkan kompetisi liga. Dengan ada pemain terbaik dari masing-masing klub, ada imbasnya," dia menambahkan.

Agar kekuatan tetap berimbang di dalam liga, IBL mengubah komposisi pemain asing tahun depan, bukan lagi dua namun tiga pemain asing seperti musim lalu. Selain itu, IBL, yang untuk sementara diminati sembilan klub, mengoptimalkan jalur rookie untuk menyeleksi pemain. Pendaftaran klub peserta IBL masih terbuka hingga pertengahan Oktober 2019.



Simak Video "Timnas Basket Perkasa di Laga Perdana Tes Event Asian Games"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com