Basket Tak Dipertandingkan

Pertama Kali Di SEAG

Basket Tak Dipertandingkan

- Sport
Minggu, 13 Nov 2005 08:40 WIB
Basket Tak Dipertandingkan
Jakarta - Cabang basket akhirnya tidak dipertandingkan pada SEA GAMES mendatang di Filipina. Seluruh negara yang mengikuti cabang olahraga ini sepakat untuk menghormati keputusan FIBA yang menghukum Filipina berlaga di SEAG. Hukuman atas Filipina yang berlaku hingga tahun 2006 membuat sembilan negara Asia Tenggara (minus Brunei Darussalam dan Timor Leste) memutuskan untuk mematuhi keputusan Federasi Bola Basket Asia (FIBA) dengan tidak mempertandingkan cabang basket. Absennya cabang basket dari pentas SEAG akan menjadi yang pertama dalam 46 sejarah penyelenggaraan multi even dua tahunan ini. Keputusan itu merupakan hasil dari pertemuan South East Asia Emergency Council Meeting yang berlangsung di Hotel Crown Imperial, Bangkok, Thailand, Jumat (11/11/2005). Menurut Sekjen KONI Pusat Rita Subowo, yang menjadi wakil Indonesia dalam pertemuan tersebut, kesepakatan itu dicapai guna menghindari kekisruhan yang mungkin terjadi jika basket tetap dipertandingkan tanpa tuan rumah. Lebih lanjut Rita mengungkapkan Indonesia sebelumnya telah melakukan lobi, seperti kepada Malaysia dan Singapura agar basket tetap dipertandingkan. Namun mengingat dampak sanksi FIBA seluruh negara memilih mematuhi sanksi FIBA. Hari Kamis lalu, POC (Komite Olimpiade Filipina) menyatakan terpaksa membatalkan basket karena khawatir dengan reaksi yang akan timbul jika melanggar skors FIBA. Pasalnya pada ketentuan pada Piagam Federasi SEAG disebutkan kalau seluruh perangkat pertandingan ditunjuk oleh federasi nasional tuan rumah bekerja sama dengan panitia penyelenggara. POC tidak mungkin melakukan itu karena sedang dihukum. Yang makin memperkuat keputusan itu peraturan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang melarang partisipasi negara yang diskors oleh federasi internasional. Jika negara lain nekat mengikuti even yang panpelnya sedang dikenai sanksi maka otomatis even tersebut dianggap tak ada dan mereka juga terancam hukuman. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads