detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 30 Mar 2020 19:30 WIB

Satria Muda Masih Beri Gaji Penuh ke Pemain

Mercy Raya - detikSport
Pebasket Satria Muda Pertamina Avan Saputra (kiri) dihadang pebasket Amartha Hangtuah Sevly Rondonuwu (tengah) dan Lucky Abdi Pasondok, saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020). Satria Muda Pertamina mengalahkan Amartha Hangtuah dengan skor akhir 83-79. ANTARA FOTO/Moch Asim/ama. Satria Muda Vs Amartha Hangtuah di IBL 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta -

Sejauh ini Satria Muda masih menggaji penuh para pemain, di tengah penundaan bergulirnya liga basket di Indonesia akibat pandemi virus Corona.

Virus corona mengakibatkan liga olahraga basket dihentikan sementara waktu. Penghentian sementara itu dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan oleh pihak penyelenggara.

Sejumlah klub pun memulangkan atletnya ke rumah masing-masing menyesuaikan imbauan pemerintah untuk menghindari keramaian. Satria Muda salah satu di antaranya.

Manajer Satria Muda Riska Natalia Dewi mengatakan, manajemen terus mengikuti dan mendukung kebijakan yang diterbitkan pemerintah. Termasuk memulangkan pemain dan memberikan program latihan secara online. Menyoal uang saku, manajemen Satria Muda juga belum mengeluarkan kebijakan baru. Dalam arti, gaji pemain di bulan ini masih tetap diberikan.

"Secara internal belum kami putuskan karena pemain baru kembali ke rumahnya masing-masing dua pekan ini," kata Riska lewat sambungan telepon kepada detikSport, Senin (30/3/2020).

"Saat rapat terakhir dengan Liga juga pembicaraannya masih melihat perkembangan. Jadi masih melihat sampai akhir Mei nanti, apakah memungkinkan dilanjutkan atau tidak (kompetisinya). Yang pasti pemain-pemain SM tetap latihan di rumah karena kami tidak ingin kondisi pemain drop," ujar dia menjelaskan.

Rizka juga tak ingin berspekulasi untuk penggajian bulan-bulan berikutnya. Sebab, April pun belum berjalan. Pemain Satria Muda sejauh ini dikontrak klub dalam durasi tahunan, dengan gaji pemain lokal dibayarkan setiap akhir bulan.

"Kami sampai bulan ke depan belum tahu karena kami harus melihat perkembangannya lagi. Cuma bulan Maret ini kami masih bayar full karena mereka baru pulang dua pekan dan mereka masih dalam pantauan program latihan. Sementara April juga belum berjalan."

"Cuma kalau apakah nanti bulan-bulan depan ada kebijakan dan lainnya maka kami lihat perkembangannya. Karena kami melihat kondisi ekonomi bagaimana. Jadi memang harus melihat perubahan situasi," ujarnya.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com