detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 05 Mei 2020 19:55 WIB

Karena Takkan Ada Kobe Bryant Tanpa Michael Jordan

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Los Angeles Lakers guard Kobe Bryant(L) and Chicago Bulls guard Michael Jordan(R) talk during a free-throw attempt during the fourth quarter 17 December at the United Center in Chicago. Bryant, who is 19 and bypassed college basketball to play in the NBA, scored a team-high 33 points off the bench, and Jordan scored a team-high 36 points. The Bulls defeated the Lakers 104-83.  AFP PHOTO  VINCENT LAFORET (Photo by VINCENT LAFORET / AFP) Kobe Bryant dan Michael Jordan sudah seperti kakak-adik (VINCENT LAFORET/AFP)
Los Angeles -

Buat Michael Jordan, Kobe Bryant mungkin tak cuma sekadar "murid". Lebih dari itu, Jordan menganggap Kobe sebagai adiknya sendiri.

Mungkin salah satu penyesalan penggila NBA adalah tidak sempat melihat duel Jordan dan Bryant di atas lapangan untuk waktu lama. Sebab ketika Kobe jadi rookie di LA Lakers pada 1997, Jordan sedang memasuki tahun terakhirnya bersama Chicago Bulls.

Apalagi keduanya juga berasal dari wilayah berbeda sehingga pertemuannya tidak intens sepanjang musim. Salah satu yang diingat tentu adalah saat keduanya tampil untuk NBA All Star 1997 di Cleveland, Ohio.

Jordan memperkuat Tim Timur sementara Kobe bermain untuk tim Rookie. Meski tak berhadapan langsung, Kobe yang kala itu berusia 19 tahun sudah membetot perhatian Jordan.

Dalam sebuah cuplikan di film dokumenter The Last Dance episode kelima, Jordan meminta rekan-rekan setimnya untuk mewaspadai Kobe jika suatu waktu bertemunya. Sebab Jordan sudah merasakan bagaimana penampilan Kobe.



"Bocah LA Lakers (Kobe Bryant) itu akan membawa semua orang berduel satu lawan satu. Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ujar Jordan.

"Saya akan menghadapinya (Kobe Bryant) dalam duel satu lawan satu. Jika saya adalah rekan satu timnya, saya tidak akan membagi bola," sambungnya,

Kobe saat diakui Jordan begitu menyebalkan karena performanya di lapangan. Tapi di luar itu, Jordan begitu mengagumi kemampuan Kobe dan tak segan mengapresiasi tinggi juniornya itu.

Sebaliknya, Kobe pun juga begitu mengidolai Jordan. Wajar saja mengingat Kobe tumbuh besar menyaksikan aksi Jordan bersama Bulls sejak 1984 hingga akhirnya bisa berduel di atas lapangan 13 tahun kemudian.

Meski publik selalu membanding-bandingkan kehebatannya dengan Jordan, Kobe tak mau ambil pusing. Sebab, Kobe tidak akan bisa sesukses saat ini tanpa bantuan Jordan.



Dia (Michael Jordan) seperti kakak laki-laki saya. Saya tidak menyukai perdebatan tentang siapa yang akan menang jika saya berhadapan satu-lawan satu melawan Michael Jordan," papar Kobe.

"Apa yang Anda lihat ketika saya bermain, semua saya dapatkan dari Michael Jordan. Saya tidak akan mendapatkan lima kali juara NBA tanpa Michael Jordan," sambungnya.

"Michael Jordan selalu membimbing saya dan memberi banyak nasihat."

Selang sebulan setelah Kobe memberikan testimoni untuk film tersebut, tragedi kecelakaan helikopter merenggut nyawanya akhir Januari lalu. Dunia berduka, termasuk Jordan yang menangis sedu saat membaca berpidato di acara penghormatan untuk Kobe di Staples Center beberapa waktu lalu.



Simak Video "Air Mata Michael Jordan Teruntuk Kobe Bryant"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com