IBL Akan Dimodifikasi
Senin, 16 Jan 2006 22:35 WIB
Jakarta - Penyelenggaraan IBL 2006 akan mengalami modifikasi. Itu merupakan konsekuensi dari keinginan PB Perbasi agar IBL menjadi kompetisi yang profesional. Demikian yang dihasilkan oleh rapat dewan komisaris IBL di Sekretariat Perbasi, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (16/1/2006).Dijelaskan oleh ketua dewan komisaris Anggito Abimanyu kepada wartawan kebijakan tersebut dilakukan demi menindaklanjuti keinginan Perbasi. Dalam usulan yang dipaparkan dalam rapat dengan dewan komisaris beberapa saat sebelumnya Perbasi menginginkan agar IBL menjadi kompetisi profesional. Konsekuensi dari keinginan tersebut adalah bahwa IBL diselenggarakan oleh promotor alias tak lagi menjadi tanggung jawab dewan komisaris (yang berisikan 10 komisaris klub IBL dan seorang wakil Perbasi)."Kami menyambut baik perubahan yang dimaksud Perbasi. Oleh karena itu agar menuju profesionalisme IBL kami menginginkan Direktur IBL untuk membentuk unit yang terpisah (promotor)," tutur Anggito. Namun dikarenakan kontrak Direktur IBL, Agus A. Mauro yang baru habis bulan September tahun ini serta mepetnya waktu penyelenggaraan -- rencananya dimulai bulan Maret -- maka perubahan yang terjadi dalam tubuh IBL masih bersifat modifikasi. Yang sudah dipastikan adalah bahwa Agus Mauro yang kini menjabat direktur IBL bakal dipertahankan. "Kita sadari kalau kita tidak bisa langsung menerapkan hal ini. Oleh karena itu Agus tetap dengan kita tetapi IBL mengikuti pola yang baru," papar Anggito. Seperti apa modifikasi yang bakal dilakukan terhadap IBL? Hal itu baru akan diketahui setelah tim kecil yang dibentuk oleh dewan komisaris melakukan pembicaraan dengan direktur IBL dan Perbasi. "Selama modifikasi itu kami akan membentuk tim kecil untuk membuat perubahan dengan Agus. Perubahan itu juga akan diusulkan kepada Perbasi," tutur Anggito. Anggito sekaligus menampik isu yang menyatakan usulan perubahan tersebut muncul karena banyak pihak yang mulai tidak puas terhadap kepemimpinan dan hasil kerja Agus selama menangani IBL, terutama mengenai pembagian keuntungan. "Pemikiran mengenai sistem promotor tersebut muncul karena semua pihak yang terlibat ingin agar liga basket terbesar di Indonesia itu menjadi semakin profesional dan menguntungkan," katanya. Tapi Ketua Dewan Analisis Kebijakan Fiskal Depkeu ini tak menampik kalau selama modifikasi tersebut terjadi bakal terjadi beberapa perubahan pada penyelenggaraan IBL tahun ini. "Kompetisi akan berjalan terus, tetapi kemungkinan akan terjadi perubahan. Meski begitu perubahan sudah pasti menuju arah yang lebih baik dari sekarang," tukasnya. Sementara Agus Mauro saat diminta komentarnya mengaku belum bisa menyikapi permintaan dewan komisaris. "Saya kan belum tahu konsep yang dimaui dewan komisaris. Mungkin baru minggu depan saat mereka menyampaikan pola baru," tandasnya. Foto: Anggito Abimanyu (detik) (mel/)











































