detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 05 Okt 2020 18:15 WIB

Ajukan Naturalisasi Pemain, Timnas Basket Dituntut Raih Prestasi

Mercy Raya - detikSport
Brandon Jawato & Denzel Bowles Timnas Basket Indonesia dituntut prestasi karena ajukan naturalisasi pemain. (Foto: detikcom/Mercy Raya)
Jakarta -

Timnas Basket Indonesia akan berupaya menjawab tantangan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI terkait 'imbalan' naturalisasi pemain yang harus sejalan dengan prestasi.

Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Menpora, Menkumham, PP Perbasi, dan PSSI, pada Senin (5/10/2020) terkait persetujuan naturalisasi tiga pebasket dan satu pesepakbola sempat memunculkan kritikan.

Ialah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, yang menyimpan sejumlah catatan penting terkait kebutuhan cabor menaturalisasi pemainnya demi kemajuan olahraga Indonesia.

Menurutnya, banyak atlet asing baik dari sepakbola, basket, maupun cabang olahraga lainnya, yang akhirnya menjadi warga negara Indonesia tapi tak sebanding dengan prestasi yang diberikan. Bahkan cenderung tak kelihatan kemajuannya.

Berangkat dari itu, Desmond yang ikut hadir pada rapat kerja terkait pemberian kewarganegaraan terhadap pesepakbola Marc Anthony Klok, serta tiga atlet basket Brandon jawato, Lester Prosper, dan Kimberly Pierre-Louis meminta tiap-tiap fraksi mempertimbangkan sebelum ambil keputusan.

"Saya ingin kawan-kawan fraksi melihat secara jernih apakah layak empat orang ini layak diberi kewarganegaraannya?" kata Desmond dalam rapat kerja virtual tersebut.

"Karena pengalaman yang lalu tidak ada prestasi yang signifikan untuk menunjang olahraga kita. Ini catatan untuk Menpora juga jangan sampai ini sekadar usulan tapi tak ada prestasi."

"Ini tolong diseleksi betul agar jangan kita memberi kewarganegaraan ke orang yang prestasi tak seimbang dengan pemberian kewarganegaraan."

Menyikapi kritikan Desmond, manajer Timnas Basket Indonesia, Fareza Tamrella, akan berupaya terbaik.

"Pada akhirnya kami berusaha yang terbaik. Seperti halnya mencari pemain yang berkenan untuk melepas kewarganegaraan itu tidak mudah," ujar pria yang karib disapa Mocha ini kepada detikSport.

"Ketika kami dapat pemain, pastinya pemain yang diharapkan membawa dan lebih dominan dari pemain lokal untuk berkembang dan mendapat prestasi. Siapapun itu, mungkin sekarang Brandon dan Prosper," katanya.

"Secara kebutuhan mereka sangat berarti banget karena slot dari FIBA untuk pemain asing hanya satu. Jadi semoga dengan naturalisasi ini bisa menutupi. Sejauh ini pun keduanya juga menunjukkan perkembangan baik dalam latihan," Fareza menjelaskan.

"Brandon yang sudah nyetel dan terbiasa dengan permainan pemain Asia. Kalau Prosper memang baru bergabung sepekan jadi belum 100 persen. Kalau sudah balik pasti memberi lebih kepada tim," tegasnya.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com