detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Okt 2020 18:15 WIB

Kelanjutan IBL 2020 Tersandung Izin Keramaian

Mercy Raya - detikSport
Pebasket Satria Muda Pertamina Avan Saputra (kiri) dihadang pebasket Amartha Hangtuah Sevly Rondonuwu (tengah) dan Lucky Abdi Pasondok, saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020). Satria Muda Pertamina mengalahkan Amartha Hangtuah dengan skor akhir 83-79. ANTARA FOTO/Moch Asim/ama. Salah satu laga IBL 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta -

Kelanjutan Indonesia Basketball League (IBL) 2020 masih harus tertunda. Itu rupanya karena masalah izin keramaian.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengungkap, pembatalan kompetisi karena tak mendapat surat izin keramaian dari kepolisian. Padahal persiapannya sudah capai 90 persen.

IBL 2020, yang sempat disetop Maret lalu, dijadwalkan bergulir kembali pada 13-27 Oktober di Jakarta. Segala persiapan pun dilakukan mulai dari layer atas sampai klub. Bahkan simulasi juga telah dilakukan.

Tapi sepekan jelang kompetisi dilaksanakan, operator bersama PP Perbasi memutuskan untuk membatalkannya. "Iya betul (karena tidak dapat surat izin keramaian)," kata Junas dalam jumpa pers melalui virtual, Rabu (7/10/2020).

Meskipun mengamini, menurut Junas, keputusan untuk membatalkan rencana melanjutkan IBL 2020 bukan semata-mata kepolisian. Tapi atas koordinasi dengan sejumlah pihak terkait baik pemerintah daerah maupun kementerian.

"Saya tidak bisa jawab apakah ada kaitan (karena demonstrasi) tapi concern-nya adalah dengan situasi pandemi yang terjadi, semua kondisinya sama, jadi kami harus terima," Junas menjelaskan terkait tak diberi izin keramaian.

Persiapan kelanjutan IBL 2020 sendiri sudah mencapai 90 persen. Sisanya tinggal pelaksanaannya saja meskipun tetap ada ruang eror yang harus diperbaiki.

"Ya, ini jadi investasi buat kita lebih baik di musim depan. Perlu ditegaskan, persiapan ini bukan sia-sia, tapi jadi modal kita ke tahun depan," ujarnya.

"Kalau pun pandemi berlalu insya Allah, maka standar liga kita lebih tinggi lagi, seperti standar kesehatan dan standar protokol operasional hal itu yang harus dipertahankan. Bukan berarti setelah pandemi kembali normal dan standarnya kembali seperti dulu lagi," dia menambahkan soal belum bisa lanjutnya IBL 2020.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com