detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 09 Okt 2020 10:10 WIB

Menpora: Timnas Basket Dipatok Lolos Penyisihan di Piala Dunia 2023

Mercy Raya - detikSport
Menpora Zainudin Amali gelar rapat dengan para operator liga terkait virus corona. Menpora menyerahkan kebijakan penanggulangan corona kepada cabor masing-masing. Menpora Zainudin Amali mematok target untuk Timnas Basket di FIBA World Cup 2023. (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali berharap Timnas basket bisa bermain maksimal di FIBA World Cup 2023. Targetnya jangan cuma di babak penyisihan.

Menurutnya, target lolos penyisihan cukup realistis mengingat Indonesia merupakan tuan rumah single event olahraga basket terbesar di dunia.

Ia tak ingin Merah-Putih hanya menjadi tuan rumah yang baik, tapi tak diiringi dengan prestasi gemilang. Apalagi dukungan pemerintah pusat terhadap olahraga basket cukup besar.

Salah satunya menyetujui dua pebasket asing putra Brandon Jawato dan Lester Prosper menjadi Warga Negara Indonesia demi kepentingan Kualifikasi Piala Asia 2021, yang juga merupakan rangkaian menuju FIBA World Cup 2023.

"Tentu kami tidak ingin jadi tuan rumah saja, tapi Timnas juga tidak hanya di babak penyisihan saja, (harus) lolos ke babak berikutnya juga," kata Amali kepada pewarta di Kantor Kemenpora, Senayan, usai melakukan pertemuan dengan PP Perbasi dan IBL.

"Karena menjadi juara dunia kita harus realistis, jadi manfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023," dia menegaskan.

Perihal dua pebasket asing yang telah dinaturalisasi, ia berharap bisa memberi pengaruh besar pada hasil timnas di Kualifikasi FIBA Asia Cup, yang merupakan rangkaian menuju FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023.

Sebelumnya, Brandon dan Prosper tidak bisa dimainkan karena terkendala paspor. Hasilnya pun terbukti. Timnas basket Indonesia kalah telak dari Filipina (70-100) dan Korea Selatan (76-109) di rumah sendiri pada Februari lalu.

Andai, dua tahap proses naturalisasi Jawato dan Prosper lancar pada akhir Oktober ini maka peluang Indonesia bersaing dengan Thailand dan Korea Selatan pada windows kedua November mendatang besar.

"Kemarin saat rapat kerja di Komisi III dan sidang paripurna sudah diumumkan dua pebasket putra (Brandon Jawato dan Lester Proper) diharapkan jadi tulang punggung timnas kita karena terus terang timnas kita masih sangat lemah," dia menjelaskan.

"Makanya, Perbasi berharap kalau boleh ada satu lagi, khususnya pemain yang punya postur tubuh di atas dua meter. Selain ada beberapa calon juga yang masih Perbasi jajaki untuk menjadi bagian dari Timnas."

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, mengatakan pihaknya akan berusaha melakukan semaksimal mungkin meloloskan timnas ke Piala Dunia. Tim Merah-Putih sendiri harus bisa masuk delapan besar Piala Asia 2021 jika ingin bermain di Piala Dunia.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com