Aspac Tumbang di Partai Perdana

Turnamen IBL 2006

Aspac Tumbang di Partai Perdana

- Sport
Sabtu, 11 Mar 2006 01:23 WIB
Jakarta - Aspac Putera Riau mengawali turnamen IBL 2006 dengan kurang mulus setelah ditumbangkan juara bertahan Bhinneka Sritex di hari pertama turnamen itu.Adalah bintang impor Bhinneka, Paul Reguera, yang membuat Aspac harus bertekuk lutut dengan skor 78-85 di Britama Arena, Sports Mall Kelapa Gading, Jumat (10/3/2006). Pemain asal Filipina itu tampil dominan bagi timnya dengan sumbangan 40 angka. Tidak hanya bermain baik di sisi offense Reguera pun bermain apik di bawah ring dengan torehan 13 rebound. Reguera, pula yang menjadi motor kebangkitan Bhinneka yang selalu tertingal sejak tiga kuarter pertama. Kuarter pertama tim asal Solo ini ketinggalan 18-21, dan di kuater kedua Bhinneka tertingal 33-36. Di kuarter tiga Bhinneka coba merapatkan angka namun gagal membendung Mario Wuysang cs. Kuarter ini Aspac menambah 22 poin sementara Bhineka 19 angka. Akibatnya defisit angka kedua tim melebar menjadi enam poin (58-52).Meski defisist angka melebar Bhinneka tak patah semangat. Diawali tembakan tiga angka Reguera, di awal kuarter empat yang memotong defisit angka menjadi tiga, Daniel Iskandar meyamakan kedudukan 58-58 lewat three-point play. Sumbangan angka kapten Aspac, Riko Hantono sempat membuat Aspac kembali unggul, tapi lagi-lagi sumbangan lima angka Reguera mempertahankan keunggulan Bhinneka 70-63.Reguera yang bermain taktis untuk defense dan offense, benar-benar menggila di kuater ini. Pemain yang kerap memakai bandana itu membuat 15 angka -- sembilan diantaranya lewat tembakan jarak jauh -- dari 33 angka yang dibukukan timnya di kuarter ini. Tak heran ia menjadi pujaan penonton malam itu. Sementara karena Aspac hanya mampu menambah 20 poin di kuarter empat, Rico cs pun harus mengakui keunggulan lawannya 78-85. Usai pertandingan pelatih Bhinneka, Eddy Santoso mengatakan bahwa kunci kemenangan timnya adalah keberhasilan mereka dalam meredam fast break Aspac. "Tadi itu permaiananya ketat tapi kami menang di defensive dan offensive rebound. Dengan itu kami bisa meredam mereka, sehingga tak leluasa melakukan fast break yang jadi andalannya," kata Eddy yang timnya mencatat total 48 rebound.Eddy tak menampik bahwa kecemerlangan pemain asingnya sangat membantu kemenangan timnya, tapi ia juga tak mengesampingkan para pemain lokal yang tampil lumayan. Sementara pelatih Aspac Kim Dong Moon mengatakan bahwa timnya kalah karena belum kompak. Namun ia yakin kondisi tersebut akan berubah di pertandingan-pertandingan berikutnya.Aspac sendiri memang melakukan perubahan yang cukup singifikan dalam starting five-nya. Tim yang kini bermarkas di Riau itu kedatangan Andrie Ekayana dan pemain asing asal Filipina, Ronnie Jagala. Kim Dong Moon pun sendiri adalah pelatih baru yang menggantikan Tjetjep Firmansyah."Kami memang belum kompak, sistem permainan yang saya terapkan tidak terlihat di lapangan, maklum kami baru latihan. Tapi satu sampai dua bulan lagi mudah-mudahan kami bisa melihat perbedaan dari yang sekarang," tandasnya. (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads